PILIHAN REDAKSI

Gugatan Syafrial Kani cs Ditolak PN Padang, Pengurus KAN Pauh IX Lega: Ini Demi Marwah Nagari

BENTENGSUMBAR.COM - Akhirnya Pengadilan Negeri Padang memutuskan menolak gugatan yang dilayangkan Syafrial Kani Datuk Rajo Jambi dan Zulhen...

Advertorial

Puan Maharani Paling Potensial Sebagai Calon RI 1, Relawan: Pekerja Keras dan Tidak Banyak Bicara

          Puan Maharani Paling Potensial Sebagai Calon RI 1, Relawan: Pekerja Keras dan Tidak Banyak Bicara
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Puan Maharani dinilai memiliki kans besar untuk menjadi calon RI1 pada bursa Pilpres 2024. Sejumlah pengamat menyebut Puan merupakan tokoh potensial sebagai calon presiden. Apalagi, baru-baru ini Puan mendapat cukup dukungan dari para kader PDI Perjuangan dan para relawan.

Menurut Arya Fernandes, Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Center for Strategic and International Studies (CSIS), Puan merupakan tokoh perempuan paling potensial untuk maju sebagai calon presiden tahun 2024 nanti.

“Belum ada sosok perempuan lain yang memiliki kans sebesar Puan untuk bertanding di pemilihan presiden. Yang potensial saat ini ya Mbak Puan," kata Arya kepada awak media.

Dia menyebut ada dua indikator yang dapat dipakai untuk mengukur tingkat potensi seseorang menjadi calon presiden, yakni dukungan dari partai dan elektabilitas di atas 5%. “Paling tidak satu dari dua syarat itu. Kalau dia tidak memenuhi dua syarat itu ya dia tidak potensial,” lanjut Arya.

Sementara itu, dia juga mengatakan tiga alasan mengapa sosok Puan memiliki kans tinggi untuk menjadi calon presiden. 

Menurut Arya, ada tiga alasan Puan memiliki kans besar untuk menjadi calon presiden. Pertama, partai yang siap mendukungnya, apalagi PDI Perjuangan memiliki 128 kursi di DPR sehingga bisa mengusung calon tanpa harus berkoalisi.

Kedua, lanjut Arya, penetapan calon presiden di internal PDI Perjuangan relatif lebih mudah ketimbang partai lain karena menjadi kewenangan penuh ketua umum partai, yakni Megawati Soekarnoputri, yang juga ibunda Puan.

“DPP partai sampai saat ini belum ada suara-suara berbeda. Dari sisi itu, belum ada nama selain Puan,” kata dia.

Hal senada diungkapkan Denny JA, Adjie Alfaraby, Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Adjie mengatakan secara peluang, Puan masih lebih punya potensi karena melihat pertimbangan partai politik, beliau punya partai.

Lebih dari itu, Puan juga dianggap lebih berpeluang besar ketimbang nama lain yang kerap disandingkan, yakni Ganjar Pranowo. Pengamat politik, Rico Marbun jika dua tokoh tersebut memang akan diadu, jelas Puan lebih berpeluang besar dari pada Ganjar.

Bukan tanpa alasan, menurutnya hal ini dikarenakan dua hal. Pertama, karena Puan adalah anak Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Alasan kedua, karena Puan adalah pewaris tahta trah Soekarno.

“Kalau kasat mata kita lihat, antara Puan atau Ganjar di atas kertas dari sisi parpol masih kuat Puan,” ujar Rico.

Banjir dukungan 

Belum lama ini, Puan juga mendapat dukungan dari internal partai PDI Perjuangan. Pengurus DPC dan DPD PDI Perjuangan se-Jawa Timur resmi mengusulkan nama Puan Maharani sebagai bakal calon presiden.

Keputusan mengusulkan Puan itu, merupakan salah satu poin rekomendasi hasil rapat kerja daerah (Rakerda) PDI Perjuangan Jatim, di Blitar, yang berakhir pada Senin, 21 Juni 2021.

"Salah satu poin rekomendasi, DPC dan DPD PDIP Jatim bulat mengusulkan nama Ibu Puan Maharani," kata Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari Bisowarno.

Untari mengatakan, berdasarkan laporan dan usulan yang disampaikan oleh pengurus cabang yang diwakili lima daerah karakter (Arek, Madura, Mataram, Tapak Kuda, dan Pantura), Puan dianggap mumpuni, karena merupakan kader PDI Perjuangan yang telah memiliki segudang pengalaman.

"Yang pertama Ibu Puan adalah pengurus DPP PDIP tiga periode, beliau pernah jadi menteri koordinator, sekarang jadi ketua DPR RI. Untuk itu Bu Puan memiliki kesempatan yang panjang, yang baik untuk kami. Kami semua di Jatim mendukung beliau," kata dia.

Meskipun saat itu survei elektabilitas Puan masih rendah, Utari mengatakan bagi PDIP Jatim hal itu bukanlah sebuah masalah yang berarti. Dalam pengalaman PDI Perjuangan Jatim, survei bukan satu-satunya hal yang menjadi pertimbangan mutlak dalam memilih calon yang diusung.

Hal itu berkaca dari Pilkada 2020 lalu, saat itu sejumlah calon bupati/wali kota yang diusung PDIP memiliki hasil survei yang rendah dibanding calon partai lain. Namun dengan kerja keras, calonnya ternyata mampu memenangkan kontestasi.

Lebih jauh, pada 10 Oktober 2021 lalu, para relawan dan pendukung Puan Maharani di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, mendeklarasikan Gema Puan. Deklarasi ini bertujuan memberikan dukungan kepada Ketua DPR tersebut maju menjadi calon presiden pada 2024.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gema Puan Jawa Timur Nanang mengatakan langkah mendeklarasikan dukungan kepada Puan perlu dilakukan karena banyak calon presiden lain yang sudah mulai muncul untuk menyongsong Pemilu Presiden 2024.

“Ini untuk menunjukkan bahwa Puan Maharani itu juga punya kekuatan, dan pendukung, yang layak diperhitungkan,” ucap Nanang. 

Ia menambahkan para relawan tersebut memilih sosok Puan Maharani untuk menjadi calon presiden Indonesia dikarenakan Puan telah memiliki sejumlah alasan mendasar. Di antaranya adalah Puan merupakan sosok pekerja keras dan tidak banyak bicara. Selain itu, Puan memiliki semangat yang kuat.

“Alasan yang paling mendasar adalah Puan mempunyai semangat yang kuat untuk tetap menjamin tegaknya NKRI, UUD, dan Pancasila. Bagi kami itu adalah harga mati,” pungkasnya.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...