PILIHAN REDAKSI

Perbedaan Jadikan Kekuatan, Ansor Pasbar Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama

BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah lesunya gerakan organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Pasaman Barat, Gerakan Pemuda Ansor tern...

Advertorial

Singgung Kasus Bansos, Novel: Rampok Mencuri Orang Kaya, Kalau Koruptor Hak Orang Miskin pun Diambil

          Singgung Kasus Bansos, Novel: Rampok Mencuri Orang Kaya, Kalau Koruptor Hak Orang Miskin pun Diambil
BENTENGSUMBAR.COM - Dalam konten terbaru yang dibuat, Novel mengajak penikmat saluran chanelnya untuk membandingkan kejahatan yang dilakukan oleh koruptor dengan kejahatan yang dilakukan oleh perampok.

Dalam video berdurasi 9 menit tersebut, Novel menjelaskan bahwa kejahatan perampok biasanya sasarannya adalah orang-orang lebih kaya. Sedangkan korupsi sasaran kejahatannya bisa juga menimpa orang miskin.

"Seringkali perampok pastilah cari uang, sehingga orang kaya yang dirampok. Tapi kalau kita lihat, koruptor haknya orang miskin pun diambil, bukan hanya haknya orang kaya saja," kata Novel dalam video yang diunggah hari ini, Minggu, 24 Oktober 2021.

Novel mengatakan bahwa koruptor bisa menyasar semua kepentingan masyarakat dalam satu negara. Hal tersebut menurutnya jauh lebih parah dibandingkan dengan perampok yang biasanya hanya sanggup merampok satu sampai dua tempat dalam sekali beraksi. Dia pun memberikan contoh kasus korupsi bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19.

"Kita bisa lihat kasus bansos, luar biasa itu, haknya orang miskin, haknya orang-orang yang ekonominya kurang, yang sedang mendapatkan kesusahan dalam pandemi, dan kemudian dirampok haknya, dikurangi haknya," kata Novel.

Ia juga mengatakan bahwa nominal korupsi dengan nominal harta yang diambil dalam perampokan juga biasanya jauh berbeda. Begitu pula dengan hukuman yang didapatkan.

"Hampir selalu perampok kalau nilai yang dirampoknya itu ternyata besar, itu hukumannya biasanya berat sekali. Tapi korupsi masih banyak korupsi yang nilainya besar ada yang bebas, ada yang hukumannya ringan," ungkapnya.

Ia menduga bahwa koruptor yang mendapatkan uang banyak, akhirnya juga memiliki lebih banyak uang yang digunakan untuk melakukan suap kepada penegak hukum.

Novel mengakhiri videonya dengan menyampaikan harapan supaya koruptor juga mendapatkan sanksi sosial yang buruk, lebih dari yang biasa didapatkan oleh para perampok dan pencuri. Hal ini menurut Novel penting untuk memberikan efek jera.

"Karena dia (koruptor) lebih parah, lebih jahat, lebih buruk harusnya hukumannya juga lebih buruk. Kita juga sebagai masyarakat harusnya memberikan perspektif sosial atau hukuman sosial juga lebih serius," tandas Novel, dilansir dari Akurat.co. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...