PILIHAN REDAKSI

Ustaz Abdul Somad Ditolak Singapura, Sandiaga Uno: UAS Penggerak Ekonomi

BENTENGSUMBAR.COM - Terkait Ustaz Abdul Somad (UAS) yang mengaku dideportasi dari Singapura, begini komentar Menteri Pariwisata...

Advertorial

Patut Dihormati, Ini Para Tokoh Sumbar yang Memperjuangan Indonesia

          Patut Dihormati, Ini Para Tokoh Sumbar yang Memperjuangan Indonesia
Patut Dihormati, Ini Para Tokoh Sumbar yang Memperjuangan Indonesia
BENTENGSUMBAR.COM - Setiap daerah memiliki tokoh pahlawan yang berjasa bagi negara. Sebut saja Sumatera Barat. Banyak tokoh terlahir dari Tanah Minang itu. 

Lahir di Sumatera Barat, deretan nama ini menghabiskan masa hidupnya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan cara mereka tersendiri. Berikut sosok pahlawan dari Sumatera Barat yang patut kita kenang. 

Mohammad Hatta 

Mohammad Hatta atau yang dikenal dengan Bung Hatta lahir di Bukittinggi 12 Agustus 1902 dan wafat pada tanggal 14 Maret 1980. Bung Hatta adalah seorang pejuang sekaligus proklamator kemerdekaan Republik Indonesia dan dijuluki sebagai Bapak Proklamator Indonesia. Selain itu, Bung Hatta juga merupakan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, serta konseptor Pancasila dan UUD 1945.

Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol lahir di Bonjol, Luhak Agam, Pagaruyung, Sumatera Barat pada tahun 1772. Kemudian wafat pada tanggal 6 November 1864 dan dimakamkan di Lotta, Pineleng, Minahasa.

Tuanku Imam Bonjol merupakan seorang ulama sekaligus pemimpin pasukan perperangan saat melawan kolonial Belanda yang dikenal dengan nama Perang Padri pada tahun 1803 hingga 1838. Tuanku Imam Bonjol atau yang bernama asli Muhammad Syahab merupakan anak dari Bayanuddin Syahab dan Hamatun. Ayahnya juga merupakan seorang alim ulama yang berasal dari Sungai Rimbang, Suliki, Lima Puluh Kota.

Buya Hamka 

Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau biasa dikenal juga dengan Buya Hamka adalah seorang anak dari ulama besar Minangkabau, yakni Syekh Dr. Abdul Karim Amrullah. Pria kelahiran 17 Februari 1908 ini lahir di Nagari Sungai Batang, Tepi Danau Maninjau, Agam, Sumatera Barat dan wafat di Jakarta pada tanggal 24 Juli 1981.

Hamka merupakan seorang pejuang kemerdekaan, ulama besar, serta sastrawan Indonesia yang semasa hidupnya telah berhasil melahirkan 84 buku, salah satu karyanya adalah 'Tafsir Al Ahzar' dan 'Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk'. 

Haji Agus Salim

Haji Agus Salim lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat pada tanggal 8 Oktober 1884 dan wafat pada tanggal 4 November 1954. Terlahir dengan nama asli Masyhudul Haq yang berarti 'pembela kebenaran'.

Haji Agus Salim juga merupakan salah satu tokoh yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia sejak zaman Hindia Belanda. Ia juga mampu menguasai 7 bahasa asing, serta terlibat aktif dalam diplomasi pengakuan kedaulatan Republik Indonesia di awal kmerdekaan, baik itu sebagai Menteri Luar Negeri maupun Diplomat.

Abdul Muis

Abdul Muis adalah sastrawan, wartawan, dan wakil rakyat di Volksraad (dewan rakyat). Lewat sastra, karyanya abadi, misalnya Salah Asuhan (1928). Abdul Muis lahir di Sungai Puar, Agam, 3 Juli 1883.

Dia berjasa dalam perjuangan lewat jurnalisme. Muis membantu harian De Express untuk menulis karangan yang menangkis penghinaan terhadap bangsanya Tahun 1916 ia bersama Agus Salim memimpin majalah Neraca, dan juga menjadi Pemimpin Redaksi Harian Kaoem Moeda.

Rasuna Said

Pejuang Kemerdekaan Indonesia dari kaum perempuan ini lahir di Maninjau, Agam, 14 September 1910. Rasuna dengan segala keberaniannya telah merintis gerak kaum wanita Minangkabau dengan tidak menyalahi adat dan agama.

Tahun 1926, Rasuna masuk perkumpulan Serikat Rakyat (SR), SR menjelma menjadi Partai Serikat Islam Indonesia (PSII). Di sisi lain, dia juga menjadi anggota Persatuan Muslimin Indonesia (PERMI) yang juga sama-sama menjadi parpol. Aliran politiknya tidak main-main, yakni radikal non-kooperasi, yakni emoh bekerjasama dengan pemerintahan Hindia-Belanda.

Puan Maharani

Bagi tokoh berdarah minang selanjutnya mengalir pada sosok perempuan modern satu ini. Adalah Puan Maharani yang kini menjabat sebagai Ketua DPR RI. 

Puan sendiri lahir dari pasangan Taufiq Kiemas dan Megawati. Nah, Taufiq juga disebut berasal dari Sumbar dan punya gelar Datuk Basa Batuah. Puan pun pernah menyebut dirinya punya ikatan dengan Sumbar dan merasa pulang kampung ketika datang ke ranah Minang saat menjabat sebagai Menko PMK pada 2017.

Hal itu diungkapkan oleh Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Arteria Dahlan. Ia mengatakan Puan yang merupakan anak Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri merupakan tokoh muda dengan segudang capaian prestasi, aset, dan justru bisa membuat orang Minang bangga.

"Beliau itu Minang banget, baik dalam pemikiran, tindakan maupun kebijakan. Kenali lebih dekat beliau, pastinya membanggakan," ujar Arteria.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »