PILIHAN REDAKSI

Perbedaan Jadikan Kekuatan, Ansor Pasbar Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama

BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah lesunya gerakan organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Pasaman Barat, Gerakan Pemuda Ansor tern...

Advertorial

Puan Maharani, Tokoh yang Selalu Galakan Persatuan Indonesia

          Puan Maharani, Tokoh yang Selalu Galakan Persatuan Indonesia
Puan Maharani, Tokoh yang Selalu Galakan Persatuan Indonesia.

Puan Maharani, Tokoh yang Selalu Galakan Persatuan Indonesia
BENTENGSUMBAR.COM - Sebagai politisi sekaligus Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, dalam berbagai kesempatan Puan Maharani selalu mengajak masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan. 


Oleh karena itu, menurut dia penting menanamkan kebhinekaan sebagai sumber kekuatan dalam menciptakan persatuan dan menghindari perpecahan.


Puan Maharani pernah mengatakan kalau sebagai bangsa yang baik kita tidak boleh berpikir bahwa persatuan Indonesia akan terus terjadi tanpa kita semua usahakan, tanpa kita pernah saling mengingatkan.


"Oleh karena itu, saya mengajak kita semua, agar jangan pernah bosan berbicara tentang kebhinekaan dan persatuan," katanya. 


Puan menambahkan kalau pendiri bangsa sejak awal sudah menekankan jika Indonesia itu negara yang kuat, merdeka, dan sejahtera. Terlebih lagi jika semua elemen bangsa bersatu padu untuk mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika. 


Lebih lanjut, Puan mengajak seluruh elemen bangsa, salah satunya para mahasiswa, agar mereka terus bersatu dan memandang kebhinekaan sebagai sumber energi besar bangsa. 


"Hal ini dilakukan agar kita dapat dengan yakin melangkah maju, mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa," jelasnya.


Persatuan Tidak Bersifat Statis  


Puan Maharani menambahkan kalau persatuan sifatnya tidak statis. Ia berharap persatuan bisa senantiasa dirawat, khususnya dalam berbagai aspek kehidupan.


Sebagai bangsa yang baik, kata Puan, kita  tidak boleh menganggap persatuan Indonesia akan terjadi sendiri. 


Untuk mewujudkannya, Puan mengajak seluruh pemuka agama agar dapat terus menyuarakan akan pentingnya persatuan bagi seluruh umat beragama. 


“Kita harus ingat, persatuan adalah bagian dari bangsa kita, bagian dari jati diri kita. Ini semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Banyak negara mengagumi konsep Indonesia sebagai konsep yang diperlukan di negara mereka masing-masing,” ungkapnya.


Pada suatu kesempatan, Puan juga pernah bicara soal kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, salah satu kunci kemerdekaan Indonesia adalah terjalinnya rasa persatuan dan persaudaraan antar seluruh masyarakat dari berbagai latar belakang, suku, hingga etnis, yang mana mereka rela berkorban jiwa dan raga untuk merealisasikan kemerdekaan Tanah Air. 


Menyikapi hal tersebut, penting untuk terus menjaga semangat dalam mewujudkan kemajuan bangsa Indonesia.  


"Bung Karno sendiri, pada 1 Juni 1945, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia pernah menyampaikan kita mendirikan Indonesia sebagai negara buat semua. Keberagaman adalah taman sarinya Indonesia, kekuatan bangsa Indonesia, yang harus disyukuri dan dijaga," terangnya.  


Bersatu Melawan Pandemi Covid-19


Sampai saat ini, Indonesia tengah berjuang melawan pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama hampir dua tahun. Sebagai bangsa, tentunya bukan hal yang mudah untuk memecahkan masalah ini. Semua elemen harus bersatu melawan pandemi. 


"Ujian berat ini hanya bisa kita lalui jika bersatu, bertawakal kepada Tuhan Yang Mahakuasa, dan terus berikhtiar," ucapnya. 


Ketika memperingati peringatan Hari Santri pada Oktober lalu, Puan lalu menjadikan momentum tersebut untuk menguatkan rasa gotong royong dalam menghadapi masa sulit ini. 


“Semoga keteladanan para santri dan jihad cinta Tanah Air menjadi semangat yang nyalakan cita-cita kita, untuk terus gotong royong membangun Indonesia,” terangnya. 


Adapun peringatan Hari Santri yang ditetapkan melalui Keppres Nomor 22/2015 didasari pada fatwa Resolusi Jihad untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Kata Puan, Resolusi Jihad adalah fatwa yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari bersama kiai-kiai lainnya untuk merespons pertanyaan Presiden Soekarno mengenai hukum membela Tanah Air.


“Semangat ini harus kita kuatkan kembali. Yakni, kebersamaan menghadapi pandemi Covid-19. DPR berharap, para santri mau dan mampu berperan sebagai agen perubahan," bebernya.


Puan Maharani tak hentinya  meminta kepada semua elemen masyarakat untuk terus bergotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19. Termasuk para santri yang disebut menjadi salah satu elemen penting menjaga nilai-nilai gotong royong dalam menghadapi persoalan yang satu ini.


Puan sendiri memastikan, jika DPR berkomitmen tegas dalam mendukung pesantren melalui fungsi dan tugasnya. Nah, salah satu produk legislasi yang diharapkan dapat mendukung jalannya proses pendidikan di pesantren adalah UU tentang Pesantren. Ia berharap pemerintah bisa segera menerbitkan aturan turunan terkait undang-undang tersebut.


"Dengan adanya aturan turunan UU Pesantren diharapkan pesantren dapat lebih berkembang melalui program afirmasi serta fasilitas seperti rumah susun bagi pesantren, pusat kesehatan pesantren, dan pendidikan vokasi di pesantren," tutupnya.


Laporan: Mela

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...