Advertorial

Daerah

RG Singgung Pidato Jokowi, Husin Shihab: Dia Ingin Kelihatan Pintar Tapi Makin Dungu

          RG Singgung Pidato Jokowi, Husin Shihab: Dia Ingin Kelihatan Pintar Tapi Makin Dungu
RG Singgung Pidato Jokowi, Husin Shihab: Dia Ingin Kelihatan Pintar Tapi Makin Dungu
BENTENGSUMBAR.COM – Ketua Cyber Indonesia, Husin Shihab menanggapi pernyataan pengamat politik Rocky Gerung (RG) soal pidato Presiden Jokowi di forum konferensi tingkat tinggi perubahan iklim di Glasgow atau COP26.

Husin Shihab lewat cuitannya di Twitter, Sabtu 13 November 2021, menyebut kedunguan Rocky Gerung semakin menjadi-jadi lantaran pernyataannya soal pidato Jokowi tersebut.

Diketahui, RG dalam pernyataannya itu menyebut pidato Presiden Jokowi di forum COP26 terkait Deforestasi tak punya basis data.

Terkait hal itu, Husin Shihab pun menilai Rocky seolah menganggap negara tidak memiliki basis data soal Deforestasi.

Menurut Husin, RG mengkritik pidato Presiden Jokowi tersebut lantaran hanya ingin terlihat pintar soal Deforestasi.

“Kedunguan Rocky makin jadi. Seolah negara ini tidak punya basis data bahkan teknologi satelit yang biasa dipakai pun diabaikan hanya karena ingin komen soal deforestasi biar keliatan pintarnya,” cuit Husin Shihab.

Dalam kicauannya itu, Husin Shihab juga menyertakan sebuah link artikel pemberitaan berjudul ‘Rocky Gerung Sebut Pidato Jokowi Soal Deforestasi Tak Punya Basis Data’.

Mengutip Tempo, Akademisi Rocky Gerung alias RG baru-baru ini mengatakan bahwa pidato Presiden Joko Widodo dalam forum konferensi tingkat tinggi perubahan iklim di Glasgow atau COP26 tak punya basis data.

“20 menit sebelum Presiden Jokowi pidato, seluruh menteri Eropa sudah dapat breafing dari Greenpeace tentang data deforestasi Indonesia, jadi ketika presiden pidato orang bilang bohong-bohong,” ujar Rocky Gerung.

Menurutnya, semua Menteri Eropa ketika itu sebenarnya sudah paham arah kebijakan Indonesia dengan mengeluarkan undang-undang Omnibus law.

Menurut mereka, kata RG, UU tersebut bukan untuk mengundang investasi tetapi alat merusak lingkungan dan hutan.

“Artinya demokrasi juga rusak dengan UU itu, tidak ada demokrasi ketika kita tidak sama-sama bernapas dengan monyet di hutan, atau kita berkicau sama burung, begitulah idealis demokrasi seharusnya,” tuturnya.

Selain itu, RG juga menyebutkan bahwa aktivis perubahan iklim perempuan paling berpengaruh yakni Greta Thunberg akan tertawa melihat pidato Jokowi di COP26 tersebut. Karena pidato itu tidak ada basis.

“Ditambah lagi, 20 menit setelah pidato presiden Menteri KLHK mengeluarkan pernyataan di Twitter atas nama deforestasi pembangunan dilanjutkan,” ungkap Rocky.

Maka dari itu, menurut RG, pidato Jokowi dalam forum COP26 tersebut merupakan kebohongan dan hanya membuat satu Eropa ribut.

“Masalah itu presiden juga diam, karena tidak tahu masalah, kita terus terjebak dalam olok-olok presiden,” ujarnya. (terkini)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »