PILIHAN REDAKSI

Berawal dari Informasi Warga, Polda Sumbar Ungkap Praktek Prostitusi Berkedok Salon dan SPA di Padang Barat

BENTENGSUMBAR.COM - Direskrimum Polda Sumbar kembali berhasil mengungkap praktek esek-esek yang berkedok Salon dan Spa yang ber...

Advertorial

Sindir Puan Maharani, Cuitan Susi Di Retweet 3 Ribu Kali

          Sindir Puan Maharani, Cuitan Susi Di Retweet 3 Ribu Kali
Sindir Puan Maharani, Cuitan Susi Di Retweet 3 Ribu Kali
BENTENGSUMBAR.COM - Dalam kunjungan kerja Ketua DPR Puan Maharani ke Yogyakarta, Puan berkomitmen menyerap aspirasi petani guna memenuhi kebutuhan dan permasalahan pertanian di area persawahan Sendangmulyo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Saya ingin mengetahui apa saja kebutuhan dan permasalahan yang ada di sini terkait petani. Bagaimana menanam padi, panennya dan sesudah panen itu dijual atau dibeli ke mana. Itu yang jadi perhatian saya,” kata Puan.

Selain menyerap aspirasi, Puan ikut turun ke sawah untuk menanam padi bersama sejumlah petani perempuan di tengah lahan pertanian seluas 6 hektar (ha). 

"Puan menanam, nanti rakyat yang memanen. Kali ini saya hadir dengan fokus menanam padi, biarkan rakyat nanti yang memanen,” ucapnya.

Di area sawah seluas enam hektare itu, Puan ikut menanam padi bersama petani perempuan di tengah rintik hujan. Dalam dialog yang digelar setelahnya, Puan yang mengenakan caping dan sepatu khas petani mendengar aspirasi dari petani milenial yang hadir, salah satunya Linggarsari Ayu, yang  memilih menjadi petani karena ingin membantu orang tua yang sudah lanjut usia.

“Saya harap ke depan ada petani-petani muda yang mau mengerjakan sawah orang tuanya supaya sawah tidak dijual atau ditanami beton dan dijadikan di rumah,” kata Linggarsari Ayu kepada Puan.

Puan pun mendukung munculnya banyak petani milenial. Ia menegaskan Indonesia tidak bisa berdaulat pangan tanpa petani. DPR memberi perhatian besar terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

Namun dalam kunkernya kali ini, Puan sempat di sindir oleh Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyindir aksi Ketua DPR RI, Puan Maharani saat sedang menanam padi di tengah hujan.

Aksi tanam padi Puan dilakukan saat ia mendatangi area Persawahan Sendangmulyo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dalam kesempatan tersebut, Puan ikut turun ke sawah di tengah hujan untuk menanam padi bersama sejumlah petani perempuan.

Kemudian, aksi tersebut mendapat respons dari Susi pada Kamis (11/11/2021).

Respons Susi disampaikan lewat akun Twitter pribadi-nya, @susipudjiastuti.

Dalam cuitannya, Susi menyebut biasanya petani tidak menanam padi saat sedang turun hujan.

"Biasanya petani menanam padi tidak hujan hujanan," kata Susi, dikutip Tribunnews.com, Jumat (12/11/2021).

Sontak, respons Susi tersebut langsung menjadi sorotan oleh warganet di Twitter.

Hingga Jumat (12/11/2021) sore, cuitan tersebut telah dikomentari 1.400 kali dan di retweet 3.300 kali.

Menanggapi hal itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Puan bersatu dengan petani sebagai salah satu representasi rakyat.

"Seorang pemimpin itu harus kuat dalam ideologi Pancasila dan berdisiplin dalam gerak ke bawah, mengakar, dan memahami persoalan rakyat. Apa yang dilakukan Mbak Puan menunjukkan bagaimana ideologi bekerja dalam praktik politik turun ke bawah, termasuk menyatu bersama petani sebagai salah satu representasi rakyat Indonesia," kata Hasto.

Hasto mengatakan tindakan Puan itu mewakili PDIP untuk mengangkat harkat dan martabat kaum petani. Dia lantas menyinggung pesan Bung Karno bahwa pangan merupakan persoalan yang berkaitan dengan mati-hidupnya negeri.

PDI Perjuangan terus menggelorakan kesatupaduan politik antara pemimpin dan rakyat; rakyat dan pemimpin. Sektor pertanian, termasuk berdialog dengan petani, menanam berbagai tanaman yang bisa dimakan bersama petani, serta gerak mengangkat harkat dan martabat kaum tani merupakan bagian dari kultur partai," katanya.

"Sebab, pesan Bung Karno, persoalan pangan merupakan persoalan yang berkaitan dengan mati-hidupnya negeri. Jadi seluruh struktural partai, kader partai yang dipercaya rakyat menjadi presiden, Ketua DPR, Wakil Ketua MPR, para menteri, gubernur, wakil gubernur, dan seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah dari partai, serta pimpinan dan anggota legislatif, bahkan seluruh anggota partai memang wajib mengangkat harkat dan martabat rakyat, khususnya petani," imbuh Hasto.

Hasto pun mendorong agar para kader PDIP juga mengikuti langkah Puan untuk turun ke bawah menanam bersama para petani. Dia menyebut arahan itu juga datang langsung dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Seluruh kader partai terus melakukan hal-hal konkret dengan turun ke bawah, bersama petani berjuang mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang pangan. Selama pandemi, partai melalui perintah Ibu Megawati Soekarnoputri terus melakukan gerakan menanam tanaman yang bisa dimakan dan tanaman pendamping beras, seperti jagung, umbi-umbian, sukun, talas, porang, pisang dll," ujarnya.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »