Advertorial

Daerah

Sebut Anies Politisi Licik dan Picik, Ferdinand: Dia Tega Mengadu Domba Rakyat dengan Penguasa Sah

          Sebut Anies Politisi Licik dan Picik, Ferdinand: Dia Tega Mengadu Domba Rakyat dengan Penguasa Sah
Sebut Anies Politisi Licik dan Picik, Ferdinand: Dia Tega Mengadu Domba Rakyat dengan Penguasa Sah
BENTENGSUMBAR.COM – Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menilai bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan adalah politisi yang licik dan picik.

Pasalnya, Ferdinand menilai bahwa Anies Baswedan tega mengadu domba rakyat dengan penguasa yang sah demi menampilkan citra seolah ia membela buruh.

“Orang bernama Anies Baswedan ini adalah politisi licik dan picik,” kata Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 23 Desember 2021.

“Dia tega mengadu domba rakyat dengan penguasa yang sah bahwa seolah dia sedang membela rakyat (buruh) padahal TIDAK SAMA SEKALI,” sambungnya.

Ferdinand Hutahaean ini pun menilai bahwa Anies Baswedan hanya sedang bertipu daya demi kepentingan dirinya sendiri.

“Hati-hati orang seperti ini, bahaya..!!” sambungnya.

Bersama pernyataannya, Ferdinand Hutahaean membagikan berita berjudul “Kecam Kebijakan Anies soal Revisi Kenaikan UMP, Kadin: Ada Kepentingan Politik Terkait Pilpres”.

Dalam cuitannya yang lain, Ferdinand Hutahean juga mengkritik kebijakan Anies Baswedan yang merevisi kenaikan UMP.

Sebagaimana diketahui, Anies merevisi kenaikan UMP yang awalnya hanya 0,8 persen menjadi 5,1 persen.

“Ini namanya Revisi Politisasi Buruh. Anies Baswedan secara licik meniup bara api ditengah Pemerintah Pusat dan Buruh,” kata Ferdinand pada Rabu, 22 Desember 2021.

“Jika Pusat kemudian menegur Anies maka buruh yg akan ribut. Jika didiamkan, maka pengusaha akan mati menjerit, investor kabur dan lapangan kerja musnah,” sambungnya.

Sebelumnya, Anies Baswedan mengatakan bahwa kenaikan upah minimum provinsi (UMP) Jakarta 2022 hanya 0,8 persen atau Rp37.749 merusak rasa keadilan.

Oleh sebab itu, Anies meminta semua pihak untuk menggunakan akal sehat dalam melihat besaran UMP.

Hal tersebut ia sampaikan sebagai tanggapan terhadap protes sejumlah pengusaha atas Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta yang menaikkan UMP Jakarta sebesar 5,1 persen atau Rp225.667.

“Rasa keadilan jelas terganggu. Karena itulah kita kaji, sehingga akhirnya keluar angka itu tadi dari (perhitungan) inflasi dan dari pertumbuhan. Dari situ kemudian keluar angka 5,1 persen,” kata Anies pada Senin, 20 Desember 2021. (terkini)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »