Advertorial

Daerah

Pengembangan Tema Kearifan Lokal untuk Kegiatan Projek Profil Pancasila Pada Kurikulum Sekolah Penggerak

          Pengembangan Tema Kearifan Lokal untuk Kegiatan Projek Profil Pancasila Pada Kurikulum Sekolah Penggerak
Pengembangan Tema Kearifan Lokal untuk Kegiatan Projek Profil Pancasila Pada Kurikulum Sekolah Penggerak
Kegiatan Pengembangan Tema Kearifan Lokal Projek Profil Pancasila

SEJAK pandemic Covid 19 melanda mengakibatkan hilangnya kesempatan belajar secara efektif bagi peserta didik di sekolah yang berakibat penurunan penguasaan kompetensi peserta didik. 

Setelah Pandemi Covid mulai mereda untuk menjemput ketertinggalan maka pembelajaran dilaksanakan dengan tatap muka terbatas . 

Mulai awal Oktober 2021 sekolah tatap muka di sekolah  kota Padang sudah diberlakukan karena sudah tercapainya target minimal vaksin Padang. 

System belajar tatap muka di Padang tidak penuh setiap hari dan siswa dibagi per shif. 

Tidak terkecuali bagi siswa SLB pembelajaran tatap muka juga sudah diterapkan hanya saja tidak dibagi pershif.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menggairahkan semangat belajar siswa yang menurun. 

Bagi sekolah penggerak kaadaan masa transisi tersebut bisa di manfaatkan dengan memilih tema yang sesuai  dengan kegiatan dari Projek Profil Pancasila.

Tema kearifan lokal dapat dikembangkan dalam bentuk kunjungan ke museum budaya atau ke tempat  kearifan local lainnya. 

Sasaran profil pembelajaran Pancasila yang dapat dikembangkan yaitu berkebinekaan global, bernalar kritis.

Mata pelajaran yang terintegrasi yaitu IPS,PPKn, Seni Budaya dan Bahasa Indonesia.

Alokasi waktu untuk projek dapat di sejalankan dengan jumlah jam pembelajaran. 

Pada setiap mata pelajaran, durasi waktu dapat dipilih antara dua minggu sampai tiga bulan. 

Bergantung kepada tujuan dan kedalaman dalam mengesplorasi tema.

Jika sekolah memperluas dampak hingga ke lingkungan masyarakat  maka bisa jadi pelaksanaan projek membutuhkan rentang waktu yang lebih lama. 

Begitu juga dalam pelaksanaan antara mata pelajaran satu dengan mata pelajaran lainnya boleh  diintegrasikan sesuai dengan kebutuhan. 

Agar pelaksanaannya berjalan lancar maka pemilihan tema   kegiatan sasaran profil Pancasila dan mata pelajaran terintegrasi  serta  harus dilakukan berdasarkan musyawarah semua guru mata pelajaran. 

Begitu juga dengan penetapan jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan.

Salah satu sekolah penggerak di kota Padang  adalah SLB Negeri 1 Padang. Sekolah tersebut  sudah mempersiapkan program sedemikian rupa bagi sekolah, guru dan peserta didiknya.  

Sasaran kegiatan dilaksanakan secara bertahap pada kelas, 1, 4, 7 dan 10. 

Berdasarkan  hasil musyawarah guru kelas dan guru mata pelajaran. 

Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan  yaitu kegiatan Edukasi Budaya Minangkabau. 

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pengembangan dari tema kearifan loka untuk kegiatan Projek Profil Pancasila. 

Kegiatan bertujuan untuk membiasakan siswa mengenal adat istiadat di Minangkabau dalam menggunakan pakaian khas Minangkabau, melestarikan adat dan budaya Minangkabau kemudian diharapkan siswa dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Kegiatan edukasi Budaya Minangkabau yang dipilih berbentuk  kunjungan edukasi  ke Museum Adityawarman.

Secara bertahap kegiatan diperuntukan bagi siswa kelas 1,4,7 dan 10, Guru kelas, Komite  dan kepala sekolah. 

Kunjungan edukasi budaya Minangkabau yang dilakukan bukan kunjungan wisata semata tapi untuk membuka wawasan siswa  dalam menambah ilmu pengetahuan tentang budaya Minangkabau secara nyata.

Kegitan yang dilaksanakan menghidupkan semangat belajar dan mengajar siswa, guru dan orang tua siswa yang dikemas secara terorganisir dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan.

Bentuk kegiatan yang dilaksanakan berupa wawancara dan pengamatan langsung dengan membagikan  lembar kerja kepada masing-masing siswa dibimbing oleh guru kelas siswa.

Tujuan dirumuskan  agar siswa mampu menyebutkan prosedur berkunjung ke Museum Adityawarman. 

Mengetahui macam budaya daerah di Minangkabau dan diharapkan nantinya bisa menerapkan budaya Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah puas berwawancara dan mencatat ragam pakaian daerah di Minangkabau.

Mengenal makanan khas  dan peninggalan berserajarah di daerah Minangkabau kegiatan di refleksi secara bersama. 

Siswa mempersentasikan hasil temuannya secara bergantian masih dilokasi kegiatan. Diselingi dengan acara kesenian dari siswa. 

Semua bersuka ria pembelajaran yang menyenangkan menjadi lekat diingatan dan dihati.  

SLB Negeri 1 Padang sudah berani  mengadakan terobosan  mencoba pembelajaran baru di era baru.

Kegiatan yang meredam learning loss, dan dapat dijadikan  inspirasi bersama.

*Ditulis Oleh: Lifya Guru SLB Negeri 1 Padang
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »