PILIHAN REDAKSI

Yolla Yuliana, Bidadari Voli Indonesia yang Bikin 3 Pria Terlena

BENTENGSUMBAR.COM - Ada tiga pria tampan yang pernah terlena oleh kecantikan bidadari voli Indonesia, Yolla Yuliana. Yolla Yuli...

Advertorial

Aksi Penangkapan Tindakan Asusila di Pauh Padang Berujung ke Ranah Hukum, Ketua Pemuda Bantah Lakukan Pemerasan

          Aksi Penangkapan Tindakan Asusila di Pauh Padang Berujung ke Ranah Hukum, Ketua Pemuda Bantah Lakukan Pemerasan
Aksi Penangkapan Tindakan Asusila di Pauh Padang Berujung ke Ranah Hukum, Ketua Pemuda Bantah Lakukan Pemerasan
BENTENGSUMBAR.COM - Aksi penangkapan tindakan asusila di Benteng Kecamatan Pauh Kota Padang Selasa, 18 Januari dini hari berlanjut ke ranah hukum. 

Kedua sepasang sejoli yang dipergoki warga masing-masing melaporkan ke Mapolsek dengan dua pasal yang berbeda. Sang perempuan melaporkan dugaan pemerasan sementara laki-laki melaporkan tindakan penganiayaan.

Kepala Unit Reserse Krimimal I. Made membenarkan hal tersebut. Masing-masingnya melapor dugaan pemerasan pada 21 Januari, tiga berselang kemudian. Lalu, pasal penganiayaan dilaporkan pada 28 Januari, sepuluh hari pasca kejadian.

"Masuk laporan dari pihak perempuan lalu masuk juga dari pihak laki-laki," katanya. 

Kemudian, tahap selanjutnya, kepolisian akan menyerahkan berkas ke Kejaksaan Tinggi pada Senin, 21 Februari mendatang. Sebelumnya, ia sudah menganjurkan untuk berdamai.

"Kita sarankan untuk bersama tapi rupanya berlanjut lagi dan kita sudah panggil terlapor dan setelah ini kita akan berikan kasus ini ke Jaksa untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya," katanya.

Doni Penyidik Reskrim mengatakan saat ini masih dalam pemeriksaan saksi-saksi, diperkirakan ada sebanyak dua orang saksi yaitu pelapor dan temannya. Ia enggan berkomentar banyak termasuk hasil visum. 

"Dalam penyelidikan ada yang dapat diberikan dan dikabarkan nanti setelah selesai penyelidikan, kami tidak ada memperlambat, menutupi dan semacamnya,"  katanya. 

Namun demikian, Anggi Gusmiliardi (23) selaku ketua pemuda setempat dan ketua rombongan aksi penangkapan menampik telah melakukan pemerasan di hari itu.

Menurutnya, uang yang diterima beberapa hari setelah itu adalah bagian sanksi adat yang berlaku di Kampung tersebut. 

"Di sini begitu, kami juga sudah berkomunikasi dengan ninik mamak dan kami juga sudah kirimkan surat ninik mamak pemberitahuan ke Polsek bahwa ada hukum adat yang berlaku," katanya. 

Ia pun mengaku geram dengan pihak kepolisian lantaran proses demi prosesnya berjalan dengan lamban dan menduga ada 'permainan' kepolisian dalam kasus tersebut. 

"Laporannya masuk tanggal 28 Januari sekarang sudah ada sekitar 20 hari jadi kami juga bingung, tiba-tiba saja polisi bilang mau diajukan ke Jaksa terus kami akan dipanggil lagi," ucap Anggi sambil membaca pesan WhatsApp dari kepolisian. 

Terkait hal ini, sebelumnya, saat diwawancara Kepala Unit Reskrim I. Made menolak adanya dugaan tersebut. Ia sudah melakukan tindakan sesuai prosedur dan bersikap netral. "Kami netral," katanya. 

Laporan: Novrianto Ucoxs
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »