PILIHAN REDAKSI

Bupati Langkat soal Warga Murtad: Tidak Benar Massal, Ini Ada yang Menggoreng!

BENTENGSUMBAR.COM - Bupati Langkat Syah Afandin buka suara soal kabar adanya warga yang murtad di Kabupaten Langkat, Sumatera U...

Advertorial

Dahaga Seks Tak Terbendung, Kakek di Kobar Cabuli 6 Bocah

          Dahaga Seks Tak Terbendung, Kakek di Kobar Cabuli 6 Bocah
Dahaga Seks Tak Terbendung, Kakek di Kobar Cabuli 6 Bocah
BENTENGSUMBAR.COM - Seorang kakek berusia 50 tahun di Kabupaten Kotawaringin Barat ( Kobar ), Kalteng, tak kuasa membendung dahaga seksnya hingga tega mencabuli enam anak di bawah umur. 

Aksi bejat sang kakek sudah terjadi sejak tahun 2019 namun baru terbongkar sekarang. 

“Ada sekitar enam anak yang masih berusia 9-13 tahun berhasil diperdaya kakek ini,” kata Kapolres Kobar, AKBP Bayu Wicaksono, dilansir dari SINDOnews.

Aksi bejat pelaku terungkap setelah keluarga salah satu korban melihat perubahan perilaku anaknya pada awal 2022.

Mengetahui anaknya menjadi korban pencabulan, kemudian pihak keluarga korban melaporkan perbuatan pelaku berdasarkan keterangan sang anak.

Kapolres Kobar, AKBP Bayu Wicaksono menjelaskan, saat ini tersangka sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan. Tersangka ditangkap pada Selasa (22/2/2022). 

"Dari penelusuran kasus, ternyata total anak di bawah umur yang menjadi korban kejahatan seksual pelaku berjumlah 6 orang," kata Bayu Wicaksono saat jumpa pers di halaman Mapolres Kobar Rabu (23/2/2022).

Dia menjelaskan, untuk melakukan aksi bejatnya, tersangka mengiming-imingi memberikan uang dan menakut-nakuti korban. 

"Selama ini tersangka memang dikenal akrab dengan anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya. Sebelum melakukan perbuatannya, tersangka seringkali mengatakan akan memberikan ilmu pada anak tersebut. Kemudian diajak ke rumah kosong untuk dibacakan mantra,” ungkapnya.

Kapolres menjelaskan, saat itulah tersangka mencabuli korbannya.

"Pelaku kemudian mengatakan untuk menakut-nakuti bahwa jangan sampai perbuatan tersebut diceritakan pada orang lain. Karena bisa mengakibatkan orang tuanya meninggal,” ujar dia.

Tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pergantian Undang-undang RI Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »