PILIHAN REDAKSI

Bupati Langkat soal Warga Murtad: Tidak Benar Massal, Ini Ada yang Menggoreng!

BENTENGSUMBAR.COM - Bupati Langkat Syah Afandin buka suara soal kabar adanya warga yang murtad di Kabupaten Langkat, Sumatera U...

Advertorial

IKM Asal Lima Puluh Kota Dilibatkan Dalam Payakumbuh Mufash & Exhibitions, Tingkatkan Branding Produk

          IKM Asal Lima Puluh Kota Dilibatkan Dalam Payakumbuh Mufash & Exhibitions, Tingkatkan Branding Produk
IKM Asal Lima Puluh Kota Dilibatkan Dalam Payakumbuh Mufash & Exhibitions, Tingkatkan Branding Produk
BENTENGSUMBAR.COM - 4 Industri Kecil Menengah (IKM) Fashion dan Makanan Kabupaten Limapuluh Kota ikut serta mempromosikan produk mereka dalam Payakumbuh Mufash & Exhibitions yang digelar di Balai Kota Payakumbuh, Sabtu, 19 Februari 2022.

Mereka adalah Tenun Kubang H. Ridwan BY, Batik Rangkayo Lisa, Rendang Telur Amilia, dan Kokoci di bawah binaan Bank Indonesia yang dilibatkan dalam iven berkelas nasional ini.

Saat diwawancara media, semuanya menyampaikan apresiasi kepada BI yang telah membina mereka dan Dekranasda Kota Payakumbuh yang telah memberikan mereka kesempatan untuk menampilkan produk mereka dalam rangka promosi di stand yang telah disediakan panitia.

Owner Kokoci Zulfayetri contohnya yang mengaku awalnya kaget, karena acara ini merupakan gawenya pemko, namun karena IKM mereka adalah binaan BI angkatan pertama, mereka diberi kesempatan pameran.

"Kami berharap pameran ini memberi imbas terhadap market, karena kemana-mana ikut pameran kita tidak berharap pada penjualan langsung, tapi follow upnya kedepan," kata Zulfayetri, IKM asal Mudiak ini.

Zulfayetri juga sangat menginginkan follow up kerja sama antar dua daerah bisa membawa nama Luak Limopuluah semakin harum ke luar dan IKM terus difasilitasi dengan iven sejenis.

"Kami pernah diajak Pemko Payakumbuh ke Jeddah, ini membuktikan kita satu. Kami ingin juga sebaliknya, bila pemkab mengadakaan iven IKM Payakumbuh juga dilibatkan, meramaikan iven," katanya. 

Menurut Zulfayetri, boleh berfikiran idealis, tapi idealis terhadap produk, namun ego kedaerahan harus disingkirkan, bawa rasa kebersamaan kalau IKM di kota dan kabupaten membawa nama Luak Limopuluah dan Sumbar.

"Kita ingin maju ke kelas nasional, maju bersama. Kta akui, Randang di Payakumbuh sudah maju selangkah dari kami karena sudah punya sentra IKM Randang," ujarnya.

Menurut Zulfayetri, penilaiannya secara umum, salut dengan wali kota dan bupati sekarang yang sudah menganggap pemko dan pemkab satu.

"Kami berdomisili di mudiak, pasar kami ada di wilyaah kota juga, saya berharap teman-teman IKM lainnya bisa menyambut positif sinergi antar dua daerah ini," katanya.

Sementara itu, Owner Tenun Kubang H. Ridwan BY Yulia Rahmi mengatakan iven ini bagus dan menarik. IKM binaan BI angkatan ke 4 ini menilai dengan dilibatkan saja sudah memberikan mereka peluang besar untuk maju.

"Meski Liko dan Payakumbuh secara administrasi berpisah, namun secara budaya tak bisa dipisahkan karena rumpun kita satu. Makanya, sinergi antar daerah sangat berpengaruh kepada kami, semoga terus terjalin baik," ungkapnya.

Dari sisi perwakilan Batik Rangkayo Lisa, Dwi Anggi Lestari menyampaikan acara ini dikemas dengan bagus dan memiliki progres baik, memberikan peluang kepada IKM untuk maju kedepan.

"Potensi yang kami lihat dari acara ini kami bisa mempromosikan batik buatan kami untuk bisa dikembangkan, setidaknya orang tau kalau kami eksis di pasar. Semoga kedepan iven ini digelar lagi dan terbuka untuk umum, terlebih bila pandemi sudah usai, kami butuh iven yang seperti ini," ujarnya.

Terakhir, Amilia Rahmi Putri selaku owner Rendang Telur Amillia mengaku senang petama kali ikut iven pameran di Kota Payakumbuh, dirinya bangga dan senang ikut berpartisipasi karena bisa meningkatkan branding produknya dan bertemu dengan beberpaa instansi yang bisa memberikan peluang baru baginya untuk pengembangan produk.

"Tadi ada instansi yang kaget dengan IKM kami, wah ternyata ada IKM Randang dari Limbanang yang fokus ke Randang Telur. Nantinya mereka mau berkunjung dan kami diajak ke Sentra IKM Randang," kata Amillia.

Amillia menanggapi positif iven ini karena membuka kesempatan untuk maju. Dengan pemerintah dan IKM saling mendukung dengan saling berpartisipasi, akan terlihat kompak di mata orang luar dan semkain mengenal keberagaman produk IKM.

"Kami sangat senang mendapat tawaran belajar ke Sentra IKM Randang. Ini sesuai dengan misi pemerintah mencintai produk lokal, karena sama-sama kita tau, kalau UMKM adalah penyumbang pemasukan terbesar untuk indonesia, maka UMKM harus terus naik kelas. Kami sangat berharap nanti diikutkan apa saja iven di Kota Payakumbuh, atau di luar daerah mana pun, karena sangat tertarik untuk ikut," pungkasnya. (Hermiko)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »