PILIHAN REDAKSI

Hisap Lem Di Atap Gedung Pasar Raya Padang, Empat ABG Diamankan Satpol PP Padang

BENTENGSUMBAR.COM - Empat orang bocah kedapatan ngelem di lantai atas Gedung Pasar Raya Padang, terpaksa diamankan Satpol PP Pa...

Advertorial

Dijanjikan Uang Rp 100.000, 2 Murid Futsal Dicabuli Pelatih di Tempat Pemakaman Umum

          Dijanjikan Uang Rp 100.000, 2 Murid Futsal Dicabuli Pelatih di Tempat Pemakaman Umum
Dijanjikan Uang Rp 100.000, 2 Murid Futsal Dicabuli Pelatih di Tempat Pemakaman Umum
BENTENGSUMBAR.COM - Dengan iming-iming memberikan uang Rp 100.000, PN (22), seorang pelatih futsal di Palembang, Sumatera Selatan, mencabuli dua muridnya sendiri.

Mirisnya, aksi yang menimpa KN (15) dan DM (15) tersebut berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Telaga Swidak kawasan Seberang Ulu (SU) II Palembang, saat siang hari.

Kasubdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan Kompol Masnoni mengatakan, kejadian tersebut berlangsung pada 14 Januari 2022.

Kejadian pencabulan berawal saat kedua muridnya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendapatkan pesan dari tersangka. Pesan itu berisi ajakan berbuat mesum.

Kedua korban sempat menolak. Namun, PN tidak kehabisan akal, dia menawarkan uang jajan Rp 100.000 kepada kedua korban jika menuruti keinginannya itu.

“Kedua korban akhirnya mau dan mereka diajak keliling menggunakan sepeda motor. Saat melintas di TPU, tersangka lalu berhenti dan melakukannya di sana pada siang hari,” kata Masnoni, saat melakukan gelar perkara, Kamis (10/3/2022), dilansir dari Kompas.com.

Menurut Masnoni, usai melakukan aksinya kepada KN dan DM, tersangka pun pergi dengan dalih akan mengambil uang untuk diberikan kepada kedua korban.

Akan tetapi, PN malah kabur dan tak kembali lagi ke lokasi hingga mereka kembali bertemu di tempat latihan futsal.

“Pelaku ini adalah pelatih futsal korban. Aksi diketahui setelah korban bercerita kepada orangtuanya, sampai dilaporkan ke kami,” ujarnya.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, Kamis (24/3/2022), Unit I Subdit IV Renakta langsung melakukan penggerebekan terhadap tersangka PN di rumahnya kawasan Plaju Palembang.

Ketika penangkapan berlangsung, PN pun mengakui perbuatannya tersebut. Sehingga, ia pun terancam dikenakan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara selama 15 tahun.

“Kami masih melakukan penyelidikan apakah ada korban lagi,” jelasnya. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »