PILIHAN REDAKSI

Ekspor CPO kembali Dibuka, Andre Rosiade: Solusi Menyelamatkan Petani

BENTENGSUMBAR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membuka kembali ekspor sawit mentah (CPO) dan minyak goreng mulai Senin ...

Advertorial

Eggi Sudjana Sebut Logo Halal Baru dari Kemenag Melanggar Hukum: Itu Bisa Dipidana

          Eggi Sudjana Sebut Logo Halal Baru dari Kemenag Melanggar Hukum: Itu Bisa Dipidana
Eggi Sudjana Sebut Logo Halal Baru dari Kemenag Melanggar Hukum: Itu Bisa Dipidana
BENTENGSUMBAR.COM – Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana melayangkan kritik tajam terkait logo halal baru yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag).
Eggi Sudjana menyebut bahwa label halal baru yang diterbitkan oleh Kemenag berpotensi untuk melanggar hukum.

Hal ini dikarenakan, logo halal berwarna hijau yang diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) masih berlaku hingga 2027.

“Menurut hukum, saya melihat dan data-data yang ada, ini label halal yang bentuknya seperti ini (yang berwarna hijau) ini yang telah dilabelkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan ditetapkan oleh Dirjen kekayaan intelektual 2017 kemudian berakhirnya 24 November 2027,” kata Eggi Sudjana seperti dikutip Kabar Besuki dari Youtube tvOneNews pada 16 Maret 2022.

“Jadi secara ilmu hukum, yang legal berlaku, harusnya ini (yang berwarna hijau) yang terdaftar,” tambahnya.

Eggi Sudjana mengaku bingung saat Kemenag tiba-tiba menetapkan logo halal baru yang berwarna ungu.
Menurutnya, tindakan Kemenag menetapkan logo halal baru tersebut merupakan tindakan penyelundupan hukum.

Ia bahkan mengatakan bahwa tindakan meresmikan logo halal baru yang dilakukan oleh kemenag berpotensi melanggar hukum dan bisa dipidana.

“Kenapa ujug-ujug ini muncul, ini namanya penyelundupan hukum,” ujarnya.

“Ini terjadi dalam perspektif hukum pidana, ini bisa dipidana ini, pasal 421,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Eggi Sudjana menyebut bahwa pergantian logo halal baru terkesan memaksakan kehendak kepada masyarakat.

Karena menurutnya, logo halal sebelumnya yang diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) masih berlaku.

“Jadi kalau mau taat hukum, jadi gak boleh mengintervensi ini, aku bisa gugat, bahkan bisa lapor polisi, ini melanggar hukum, ini logo sudah dilindungi kekayaan hukum dan hak cipta,” terangnya.

Eggi Sudjana juga menyebut bahwa logo halal baru yang diterbitkan oleh Kemenag tidak berlandaskan hukum yang kuat.

“Ini (logo baru) mana dasar hukumnya? Gak bener ini, “ ucapnya.
“Saya melihat dari Kementerian Agama ini bikin masalah terus, membuat umat ini jadi pr-nya jadi ngurusin logo terus,” tandasnya, dilansir dari Kabarbesuki. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »