PILIHAN REDAKSI

Komisi VIII Heran UAS Ditolak Masuk: Apa Singapura Musuhi Umat Islam Indonesia?

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mempertanyakan sikap Singapura yang menolak Ustaz Abdul Somad (UAS)...

Advertorial

Innalillahi, Seleb TikTok Dibunuh Usai Pindah Agama Karena Tak Ingin Memakai Cadar

          Innalillahi, Seleb TikTok Dibunuh Usai Pindah Agama Karena Tak Ingin Memakai Cadar
Innalillahi, Seleb TikTok Dibunuh Usai Pindah Agama Karena Tak Ingin Memakai Cadar
BENTENGSUMBAR.COM – Seorang seleb TikTok asal Irak, Eman Sami Maghdid dibunuh oleh salah satu anggota keluarganya. Tindakan itu dilakukan usai dirinya dianggap terlalu sering mengunggah aurat di media sosial.

Sang saudara, Maghdid lah yang melakukan tindakan keji itu. Eman sendiri dikabarkan telah memilih untuk pindah agama dari Islam ke Kristen. Seperti apa pengungkapan kasus ini? Berikut artikelnya.

Dibunuh Keluarga Sendiri

Eman Sami Maghdid tewas ditangan keluarganya sendiri. Ia meninggal dunia setelah mengalami luka yang cukup parah. Kabar duka ini cukup mengejutkan publik sebab alasan pembunuhan itu dilatarbelakangi urusan agama.

Dilansir dari laman Asian News, mendiang Eman Sami Maghdid memang baru saja memeluk agama Kristen. Ia dibunuh di dekat bandara internasional Erbil, tidak jauh dari Ankawa, distrik Erbil yang mayoritas beragama Kristen.

Pada awalnya, laporan menunjukkan bahwa kedua tersangka yaitu paman dan kakaknya yang diduga sebagai pembunuh telah ditangkap.

Kemudian polisi mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa hanya satu orang yaitu pamannya yang telah ditangkap.

Menurut seorang sumber, pembunuhan itu didorong karena dia tidak ingin memakai cadar, dan tidak lagi ingin mengikuti tradisi Islam.

“Mereka mengatakan bahwa ayahnya menjual buah-buahan dan sayuran padahal sebenarnya dia adalah seorang imam dan tokoh agama terkenal di komunitas Muslim. Mereka menemukan mayatnya diikat dengan selotip, dibuang di pinggir jalan, dengan banyak luka tusukan,” kata seorang sumber.

Perjuangkan Hak Perempuan

Sebuah sumber di pemerintah, mengatakan kepada Asia News bahwa setelah menjadi Kristen, dia memilih untuk dipanggil Maria. 

Maria adalah orang yang terbuka, dia tinggal bersama seorang teman dan merupakan bagian dari komisi yang memperjuangkan hak-hak perempuan Arab dan Irak.

Ironisnya, kematiannya bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, sebuah tanda bahwa perjuangan perempuan untuk hak dan kebebasan memilih masih merupakan perjalanan panjang dan menanjak dalam masyarakat yang masih dipengaruhi radikalisme Islam.

“Dalam beberapa tahun terakhir, banyak Muslim telah menjadi Kristen, tetapi tidak ada yang dikatakan tentang hal itu agar tidak memicu ketegangan dan menyebabkan bentrokan. Tokoh Kristen dan Muslim terkemuka serta para pemimpin pemerintah Kurdi mengutuk pembunuhan itu,” kata sumber itu.

Banyak dari hampir 50 ribu pengikut Maria di TikTok juga mengutuk pembunuhannya. Dalam videonya, dia menyebarkan pesan keberanian, perjuangan dan emansipasi, menunjukkan dirinya merokok, mengenakan pakaian ala Barat.

Sumber: IntipSeleb
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »