PILIHAN REDAKSI

Gebu Minang Bakal Beri Bantuan Gerobak untuk Pedagang Kecil

BENTENGSUMBAR.COM – Untuk  meningkatkan usaha pedagang kaki lima (PKL) dan usaha kecil mikro (UKM) di Sumatera Barat, Panitia M...

Advertorial

Wakil Ketua DPR Dasco Soal IDI Pecat Terawan: Bahaya Bagi Masa Depan Kedokteran

          Wakil Ketua DPR Dasco Soal IDI Pecat Terawan: Bahaya Bagi Masa Depan Kedokteran
Wakil Ketua DPR Dasco Soal IDI Pecat Terawan: Bahaya Bagi Masa Depan Kedokteran
BENTENGSUMBAR.COM - Kabar Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberhentikan mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto sebagai anggota IDI menuai pro dan kontra.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjadi salah satu orang yang mengecam tindakan IDI tersebut.

Menurut Dasco, tindakan pemecatan Terawan dinilai dapat membahayakan masa depan dunia kedokteran di Indonesia.

"Kenapa putusan ini berbahaya? Dengan adanya rekomendasi MKEK ini saya khawatir akan menjadi yurisprudensi bagi masalah serupa di masa yang akan datang, sehingga menyebabkan para dokter-dokter kita takut untuk mencoba dan berinovasi dengan berbagai riset-risetnya," kata Sufmi Dasco melalui keterangannya, Sabtu (26/3).

Selain itu, Dasco menilai IDI tidak bersikap terbuka dengan inovasi di bidang kesehatan, kedokteran dan farmasi.

"Sebagai sebuah organisasi profesi yang diberikan kewenangan oleh UU Praktik Kedokteran, harusnya IDI bisa lebih mengayomi dan terbuka," imbuhnya.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra tersebut juga meminta kepada Kemenkes untuk mengkaji ulang keputusan yang keluarkan oleh MKEK IDI tersebut, terutama dari aspek hukum dan peraturan perundang-undangan.

"Saya tegaskan bahwa ini bukan hanya soal Pak Terawan. Tetapi ini tentang masa depan dunia kedokteran dan farmasi kita agar lebih mandiri. Jangan sampai sebuah inovasi atau prestasi yang harusnya diapresiasi, ini malah diganjar dengan sanksi," imbuhnya.

Dasco juga mengaku akan meminta Komisi IX DPR RI dan AKD terkait untuk merevisi dan mengkaji UU Praktik Kedokteran dan UU Pendidikan Kedokteran.

"Sehingga IDI dan juga organisasi profesi kedokteran lainnya itu tidak terkesan super body dan super power," tandasnya.

Sumber: Kumparan
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »