PILIHAN REDAKSI

Disebut Bagian dari Kerajaan Melayu, Mendagri Singapura Berang, Serang Balik UAS: Radikalisasi Remaja

BENTENGSUMBAR.COM - Singapura kembali angkat bicara mengenai pelarangan masuk Ustaz Abdul Somad (UAS). Menteri Dalam Negeri Sin...

Advertorial

Heboh Anak Pendeta Saifuddin Ibrahim Bicara Cara Mempersingkat Kematian Ayahnya: Kalau Papa Bikin Onar Terus..

          Heboh Anak Pendeta Saifuddin Ibrahim Bicara Cara Mempersingkat Kematian Ayahnya: Kalau Papa Bikin Onar Terus..
Heboh Anak Pendeta Saifuddin Ibrahim Bicara Cara Mempersingkat Kematian Ayahnya: Kalau Papa Bikin Onar Terus..
BENTENGSUMBAR.COM - Anak dari Pendeta Saifuddin Ibrahim, Murteza Muhammad Fikri memberikan peringatakan keras pada ayahnya yakni soal hal yang akan mempersingkat kematian tersangka penistaan agama Islam karena minta 300 Ayat Al Quran dihapus itu.

Murteza Muhammad Fikri sebagai anak mengatakan bahwa Pendeta Saifuddin Ibrahim harus segera bertobat atau terus berbuat onar yang akan mempersingkat kematian ayahnya itu.

Murteza Muhammad Fikri juga mengungkapkan bahwa ayahnya yang ada di Amerika harus berhenti berbuat onar dan kembali ke Indonesia untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Anak Pendeta Saifuddin Ibrahim minta ayahnya bertobat dan tak bikin onar terus

"Untuk ayahku yang ada di Amerika, lebih baik papah berhentilah. Cepat atau lambat papah harus menyerah dan mempertanggungjawaban perbuatan papah pada seluruh umat muslim yang ada di dunia," kata Murteza Muhammad Fikri seperti dikutip Hops.ID dari unggahan video di akun TikTok @hamba_tuhan_2 pada Selasa, 19 April 2022.

Kemudian, Murteza Muhammad Fikri juga menegaskan berbuat onar hanya akan mempersingkat hidup Pendeta Saifuddin Ibrahim.

"Janganlah bikin onar lagi, karena kalau Papa bikin onar terus, kemungkinan itu hanya akan mempersingkat hidup papah aja," tegasnya.

Murteza Muhammad Fikri lalu juga menerangkan pada ayahnya bahwa harus segera berpikir bahwa manusia pasti akan menemui ajalnya cepat atau lambat.

Juga sebut Pendeta Saifuddin Ibrahim harus segera berpikir kematian
Maka itu, harus segera dipikirkan kehidupan selanjutnya setelah di alam dunia yakni di surga atau di neraka dan itu tergantung pilihan yang Pendeta Saifuddin Ibrahim ambil saat hidup di dunia.

"Papa harus mempertimbangkan kehidupan kita di dunia hanya sementara. Sedangkan di akhirat itu abadi, kita bisa milih kehidupan kita di akhirat mau di surga atau neraka," katanya.

Dia pun kembali berkali-kali memohon agar ayahnya segera bertobat dan kembali di Indonesia untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatanya.

“Jadi saya mohon Papa, cepet-cepet bertaubat dan kembali ke Indonesia untuk mempertanggungjawabkan semua yang telah papa lakukan selama ini," tandas Murteza.

Pendeta Saifuddin Ibrahim minta Menteri Agama Yaqut hapus 300 ayat Al Quran

Sebelumnya pendeta Saifuddin Ibrahim meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk menghapus 300 ayat Al-Quran.

Pendeta asal Bima yang sempat beragama Islam dan mengajar di Pondok Pesantren Al Zaytun, Indramayu ini menyatakan 300 ayat Al Quran tersbut harus dihapus karena bisa membuat orang menjadi radikal dan intoleran.

Pendeta Saifuddin Ibrahim akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penodaan atau penistaan agama oleh kepolisian. Kini, dia yang dalam pelarian diperkirakan berada di Amerika Serikat.

Beberapa kali pria yang sempat mengajak Menkopolhukam duel carok sampai mati itu juga sempat mengaku bolak-balik Amerika Serikat dan Belanda dalam pelariannya dari kejaran polisi dan FBI.

Sumber: HopsID
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »