PILIHAN REDAKSI

Evaluasi Standar Pelayanan, Bupati Harapkan Disdukcapil Pertahankan Prediket Sebagai Role Model Pelayanan Publik

BENTENGSUMBAR.COM - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Padang Pariaman kembali melakukan evaluasi ...

Advertorial

Soroti 75 Persen Orang Islam Tak Pandai Baca Quran dan Sholat, Kalau Eggi Sudjana Jadi Presiden akan Bawa Indonesia Bertakwa, Siapa Mau Dukung?

          Soroti 75 Persen Orang Islam Tak Pandai Baca Quran dan Sholat, Kalau Eggi Sudjana Jadi Presiden akan Bawa Indonesia Bertakwa, Siapa Mau Dukung?
Soroti 75 Persen Orang Islam Tak Pandai Baca Quran dan Sholat, Kalau Eggi Sudjana Jadi Presiden akan Bawa Indonesia Bertakwa, Siapa Mau Dukung?
BENTENGSUMBAR.COM – Aktivis hukum Eggi Sudjana menyebut 73 persen rakyat muslim Indonesia tidak pandai membaca Al-Qur’an. Dan 75 persen tidak menjalankan ibadah sholat. Lantas kalau dia menjadi presiden akan membawa Indonesia yang lebih bertakwa.

“Menurut Monash University yang saya pernah mendengar hasil penelitiannya, 73 persen rakyat Indonesia yang muslim ini tidak bisa baca Qur’an, 75 persen tidak sholat. Bagaimana mau mencegah keji dan mungkar?” sebut Eggi dalam diskusi Dua Sisi TvOne, Minggu (3/4/2022).

Eggi menyebut bahwa peran negara dalam perspektif tugas pokok presiden ada empat. Pertama menjaga tumpah darah rakyat Indonesia, kedua mensejahterakan umum, ketiga mencerdaskan bangsa, dan keempat menjaga ketertiban dunia.

“Dalam konteks menjaga kecerdasan ini, mencerdaskan kehidupan bangsa, harusnya dicerdaskan bahwa Indonesia ini berdasar kepada Tuhan. Dan sila pertamanya pun Ketuhanan Yang Maha Esa,” kata dia.

Dalam topik ‘Puasa, Haruskah Rumah Makan Ditutup?’ itu Eggi mengatakan bahwa pada dasarnya suatu kehidupan harus didasarkan pada ibadah.

“Hidup kita ini harus berdimensi ibadah. Kalau orang sekuler, orang Barat, memahami waktu itu time is money, waktu itu uang, jadi materialistik. Kita nggak, time is prayed, kita harus banyak ibadah kepada Allah,” sambung Eggi.

Ketua tim pembela ulama dan aktivis itu menyebut makna dimensi ibadah secara kenegaraan dalam sebuah visinya, yakni Indonesia semestinya bertakwa.

“Secara kenegaraan saya punya visi Indonesia ini mestinya bertakwa, jadi Indonesia bertakwa. Dalam perspektif Indonesia bertakwa itu dikover dengan konstruk hukum ini sangat jelas, Pasal 29 ayat (2)” kata dia lagi.

Sesuai bunyi pasal dalam UUD 1945 tersebut Eggi menjelaskan bahwa negara menjamin warga negaranya untuk menjalankan keyakinan agamanya, sehingga dalam perspektif itu Indonesia mesti bertakwa.

Dalam program televisi yang membahas soal penutupan warung makan saat Ramadan itu Eggi menyebut negara harus menutup peluang terhadap segala hal kemaksiatan dan yang membatalkan puasa.

Dan dia pun berandai-andai jika dirinya menjadi presiden akan mengatur masalah yang dinilainya simpel. Negara menjamin umat muslim untuk menjalankan ibadah puasanya, tutup atau tidaknya warung makan saat Ramadan tidak bisa dikembalikan kepada selera dan masing-masing individu.

“Saya berandai-andai, ya. Kalau takdirnya saya Presiden saya atur betul itu, karena negara menjamin,” celetuk mantan calon gubernur Jawa Timur itu.

Dalam diskusi tersebut hadir juga Ade Armando, Novel Bamukmin, Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta Taufik Damas, dan Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Ahmad Hudori secara virtual.

Masing-masing dari mereka memberikan tanggapannya terkait masalah tutup atau bukanya rumah makan saat puasa Ramadan.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »