PILIHAN REDAKSI

Wow! Ajak Bersatu Membangun Negeri, Anies: Tujuan Kita Sama Yaitu Meraih Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

BENTENGSUMBAR.COM - Dalam keberagaman umat serta membangun dan merawat kebhinekaan Indonesia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswed...

Advertorial

Tsamara Dicap Kadrun Usai Keluar dari PSI, Giring: Racun Buat Demokrasi

          Tsamara Dicap Kadrun Usai Keluar dari PSI, Giring: Racun Buat Demokrasi
Tsamara Dicap Kadrun Usai Keluar dari PSI, Giring: Racun Buat Demokrasi
BENTENGSUMBAR.COM - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam keras fitnah dan tudingan SARA ke mantan Ketua DPP PSI Tsamara Amany. PSI menilai tudingan itu racun demokrasi.

"Serangan itu harus dihentikan karena sangat tidak sehat, merusak kehidupan sosial, menjadi racun buat demokrasi. PSI sejak awal menentang keras rasisme dan diskriminasi," kata Ketua Umum DPP PSI Giring Ganesha, dilansir dari detikcom, Sabtu, 23 April 2022.

Giring menegaskan setiap orang boleh berdebat sekeras-sekerasnya di ruang publik. Asalkan menurutnya tak menebar kebencian terkait asal-asul suku, ras, dan antargolongan (SARA).

"Jika perilaku semacam itu dilakukan, hanya akan memperkeras polarisasi di masyarakat, memperlebar jurang pemisah, dan menutup pintu dialog," ujar Giring.

Sementara itu, Ketua DPW PSI Jakarta Michael Victor Sianipar pun membela Tsamara. Dia menyebut keputusan Tsamara mundur dari kepengurusan PSI harus dihormati.

"Kita harus hormati keputusan Tsamara. Perjuangannya harus dilanjutkan di tempat lain, tidak usah ditarik kemana-mana. Menurut kami, penghinaan terhadap Tsamara tidak boleh dilakukan atas alasan apapun. Ini kami tidak setuju," kata Michael.

Michael menilai simpati yang ditunjukan Suami Tsamara Amany Ismail Fajri sebuah ekspresi kebebasan. Michael meminta tidak ada pihak yang memancing keributan.

"Saya kira kita sudah kebablasan, mengaitkan dengan ras. Kalaupun iya, suaminya dukung Pak Anies, ya tidak ada masalah juga. Setiap orang otonom kok menentukan pilihan. Saya harap jangan kita memperburuk situasi. Kita butuh persatuan buat bangkit dari pandemi," tambah Michael.

Lebih lanjut, Michael berharap semua pihak termasuk simpatisan PSI di Jakarta tidak terlibat dalam tindak penghinaan rasial. Menurutnya, tindakan tersebut sangat tidak layak dipertunjukan di ruang publik.

"Saya himbau agar kader dan simpatisan PSI di DKI Jakarta tidak ikut-ikutan. Masalah rasial ini bahaya. Polarisasi kita makin parah dan buruk, apalagi kita akan memasuki tahun politik, polarisasi makin buruk. Jangan juga ada pihak yang terlalu cepat dan mudah melabeli dan mencap orang, bahkan mengkadrunkan orang. Bahaya ini, memecah bangsa. Kami akan tindak tegas kalau ada kader yang terlibat," tutur Michael. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »