PILIHAN REDAKSI

Guntur Romli Sebut Alquran Tidak Melarang Nikah Beda Agama, Ketua KNPI: Tidak Paham Agama, Sepertinya Perlu Dirukiyah

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama tidak sependapat dengan pernyataan politikus PS...

Advertorial

Acara Tak Dihadiri Presiden Jokowi, Para Raja dan Sultan di Indonesia Mengaku Kecewa, Padahal akan Serahkan Data Aset Adat

          Acara Tak Dihadiri Presiden Jokowi, Para Raja dan Sultan di Indonesia Mengaku Kecewa, Padahal akan Serahkan Data Aset Adat
Acara Tak Dihadiri Presiden Jokowi, Para Raja dan Sultan di Indonesia Mengaku Kecewa, Padahal akan Serahkan Data Aset Adat
BENTENGSUMBAR.COM - Para raja dan sultan, dan tokoh adat lainnya berkumpul di Jakarta mengadakan simposium nasional.

Hal ini sebagai tindak lanjut apa yang diharapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pertemuan di Istana Bogor, pada 2018 silam.

Mereka datang dari ribuan kilometer jauhnya untuk pertemuan ini sekaligus berniat memberikan aset data dari masing-masing kerajaan, kepada Presiden jokowi. Namun, mereka kecewa Presiden Jokowi tidak hadir di acara ini.

Para raja, ratu, sultan, datu hingga pemangku adat di Indonesia mengaku kecewa karena acara tidak dihadiri Jokowi pada acara Simposium Nasional yang mereka gelar di Hotel Cempaka Jakarta Pusat, pada Kamis dan Jumat 19 sampai 20 Mei 2022.

Ketua Umum Lembaga Komunikasi Pemangku Adat Seluruh Indonesia (LKPASI), Datuk Juanda, dengan jelas mengungkapkan kekecewaan dirinya dan seluruh raja yang telah berniat baik datang dari ribuan kilometer jauhnya untuk memberikan aset data dari masing-masing kerajaan.

Lebih lanjut, Datuk Juanda menjelaskan, simposium ini bermula saat Presiden Jokowi mengundang seluruh Raja di Indonesia untuk bersilaturahmi di Istana Bogor pada bulan Januari 2018 silam.

"Pada pertemuan itu, Presiden Jokowi menyampaikan empat arahan. Yang pertama; ia meminta agar dilakukan pendataan aset kerajaan yang dikuasai negara," jelas Datuk Juanda saat ditemui di acara Simposium itu, di Grand Hotel Cempaka, Jumat (20/5/2022).

Yang kedua; agar dilakukan sertifikasi tanah kerajaan. Ketiga; optimalisasi tanah kerajaan. Keempat; revitalisasi keraton.

"Nah kemudian, beranjak dari apa yang diharapkan Presiden kepada raja-raja terkait data-data tanah kerajaan itu, raja-raja berkumpul membentuk suatu organisasi namanya LKPASI," ucap Datuk Bentara Kerajaan Negeri Padang deli itu.

Lebih dalam, ia menjelaskan tujuan dibentuknya LKPASI, ialah agar PR yang disampaikan Presiden kepada raja-raja terkait data-data tanah kerajaan dapat segera direalisasikan.

Sumber: Poskota
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »