PILIHAN REDAKSI

Koalisi Indonesia Bersatu, Waketum Golkar: Rumah Baru Ganjar Pranowo

BENTENGSUMBAR.COM - Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah s...

Advertorial

Dahlan Iskan Bandingkan IKN Nusantara Dengan Ibu Kota Malaysia

          Dahlan Iskan Bandingkan IKN Nusantara Dengan Ibu Kota Malaysia
Dahlan Iskan Bandingkan IKN Nusantara Dengan Ibu Kota Malaysia
BENTENGSUMBAR.COM – Tokoh Jurnalistik, Dahlan Iskan membandingkan ibu kota baru (IKN) Nusantara dengan Ibu Kota Malaysia, Putrajaya.

Untuk diketahui, Putrajaya adalah ibu kota Malaysia baru menggantikan Kuala Lumpur pada 1999. 

Dulunya, Putrajaya merupakan lahan perkebunan karet dan kelapa sawit dengan nama Prang Besar

Dikutip dari @disway.id, Kamis 12 Mei 2022, Dahlan menjelaskan, telah lebih banyak bangunan baru di Putrajaya.

Akan tetapi, suasana di sana tetap rindang dengan pepohonan, bahkan bangunannya juga tertata rapi.

“Yang membuat IKN ini lebih indah adalah danau-danaunya. Semuanya danau buatan. Untuk menyerap udara panas Putrajaya. Ada satu danau yang dibuat menggelang. Sehingga terbentuk pulau di tengahnya,” jelas Dahlan.

Mantan Menteri BUMN di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menjelaskan, jumlah penduduk Putrajaya memang dibatasi. 

Sekarang ini ini jumlahnya hanya 100 ribu orang.

Akan tetapi, dirinya menilai Putrajaya kurang enak untuk tempat tinggal.

“Ibarat pohon, daunnya lebat buahnya jarang. Membosankan,” lanjut Dahlan.

Padahal, Putrajaya jaraknya cuma 50 km dari Kuala Lumpur dan umurnya telah di atas 20 tahun.

Selain itu, agar bisa mencapai Putrajaya cuma membutuhkan waktu lima menit dari pintu tol jurusan Kuala Lumpur Bandara Internasional Sepang.

Kemudian, Dahlan menuturkan layaknya IKN Nusantara, pemindahan IKN ke Putrajaya sempat terganjal krisis. Nusantara oleh Covid-19. Putrajaya oleh krisis moneter (krismon) 1998.

Keputusan mendirikan IKN memang baru diputuskan pada 1995 oleh Mahathir Mohamad yang memiliki kekuasaan mutlak.

“Biar pun krismon, pembangunan jalan terus oleh kontraktor Malaysia sendiri. Tidak boleh ada kontraktor asing. Seluruh bahan bangunan pun harus dari Malaysia. Material asing dibatasi hanya boleh 10 persen,” jelas Dahlan.

Layaknya Nusantara, pilihan lokasi IKN saat itu tidak cuma satu. Di babak finalnya terdapat dua pilihan, yakni di daerah Prang Besar (Selangor) atau di Janda Baik (Pahang).

Jarak kedua wilayah itu sama-sama dekat dari Kuala Lumpur, yaitu sekitar 50 km. 

Dahlan mengungkapkan, keputusan memindahkan IKN ke Prang Besar diputuskan usai Sultan Selangor ingin merelakan daerahnya kepada pemerintah pusat.

Ia menjelaskan Putrajaya merupakan kota baru yang ketiga di Kuala Lumpur.

Sebelumnya, sudah dibangun kota baru pertama pada 1974, yaitu Syah Alam sebagai ibu kota baru negara bagian Selangor.

Jadi, Kuala Lumpur tidak masuk lagi wilayah Selangor. Hal ini dikarenakan, IKN perli terletak di wilayah federal.

“Ternyata 40 tahun kemudian IKN Malaysia pindah ke Putrajaya. Tanpa mencabut status wilayah federal Kuala Lumpur. Justru Selangor yang harus kembali menyerahkan sebagian wilayahnya ke pusat. Untuk menjadi wilayah federal yang baru Putrajaya,” ungkap Dahlan.

Dahlan menilai, Kalimantan Timur juga sehwrusnya melakukan hal yang sama, yaitu menyerahkan kawasan Nusantara ke pemerintah pusat. Tanpa perlu bertukar dengan wilayah lama ibu kota.

“Juga tanpa harus mempersoalkan apakah wilayah Jakarta tetap menjadi milik pusat. Selama ini, apakah Jakarta wilayah Pusat?” tutup Dahlan.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »