PILIHAN REDAKSI

Sempat Teriak Minta Tolong, Wanita Tewas Bersimbah Darah di Indekos

BENTENGSUMBAR.COM - Seorang wanita penghuni kamar kos di Kelurahan Pondok Jagung Timur, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Sela...

Advertorial

Indonesia Dicap Banyak Utang, Rustam: Orang-orang Suka Berbohong, Nyebar Hoax

          Indonesia Dicap Banyak Utang, Rustam: Orang-orang Suka Berbohong, Nyebar Hoax
Indonesia Dicap Banyak Utang, Rustam: Orang-orang Suka Berbohong, Nyebar Hoax
BENTENGSUMBAR.COM - Banyak kalangan yang menuding negara Indonesia memiliki banyak utang di luar negeri.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik dan Ekonomi Rustam Ibrahim melayangkan komentarnya di akun Twitter pribadinya @RustamIbrahim pada Kamis (19/5/22) mengaku dirinya heran dengan orang yang berbohong dan selalu membesar- besarkan utang pemerintah Indonesia.

Pasalnya, menurut data survey dari Visual Capitalist, Indonesia bukan termasuk negara yang memiliki banyak utang dari 120 negara di dunia.

“ Saya heran juga dengan orang-orang yang suka berbohong atau membesar-besarkan utang pemerintah Indonesia. Bahkan dari 120 negara dunia yang banyak utangnya pada tahun 2021, dibanding kekayaan dimiliki, negara Indonesia malah tidak termasuk,” tulis Pengamat Politik Rustam Ibrahim, di akun Twitter pribadi, Kamis (19/5/2022).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa fakta dan angka selalu bisa melawan hoax atau ucapan bohong. 

Sebagian orang mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) gagal dan ekonomi Indonesia ambruk. 

Akan tetapi, hasil survey membuktikan lebih dari 75 persen rakyat puas dengan hasil kinerja Jokowi.

“ Fakta dan angka selalu bisa lawan hoax dan ucapan bohong. Kata mereka Jokowi gagal dan ekonomi ambruk. Kata survey lebih 75 persen rakyat puas kinerja Jokowi. Ekonomi tumbuh, kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan pendapatan turun, devisa catat rekok tertinggi, inflasi rendah. Apalagi mau didustakan,” tegasnya.

Sekadar informasi, sebelumnya inflasi Indonesia diperkirakan pada tahun 2022 akan meningkat diatas 5-6 persen, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mana tingkat inflasi per April 2022 telah mencapai 3,47 persen secara tahunan yang mana berpengaruh dan mengalami kenaikan 0,95 persen.

Berkaca pada hal itu, Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan mengatakan saat ini adalah waktu yang tepat untuk memperkuat program perlindungan sosial.

Dalam pernyataan tertulis, pada Rabu (18/5/2022), Heri Gunawan memaparkan sebelumnya DPR dan pemerintah telah menyepakati untuk menetapkan inflasi pada tahun 2022 pada rentang 2-4 persen. 

Jika angka inflasi melebihi yang ditetapkan, maka perlu penguatan daya beli masyarakat dan menjamin ketersediaan barang.

Sumber: Akurat
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »