PILIHAN REDAKSI

Buang Sabu Keselokan, AI Terpaksa Diamankan Satres Narkoba Polres Solok Kota

BENTENGSUMBAR.COM - Tim Satresnarkoba Polres Solok Kota mengamakan AI ( 25 ) sekira jam 22 50 Wib pada Senin tanggal 27 Juni 20...

Advertorial

MUI soal Konvoi Pamer Atribut Khilafah Jelang 1 Juni: Sengaja Dibikin, Tandingan Pancasila

          MUI soal Konvoi Pamer Atribut Khilafah Jelang 1 Juni: Sengaja Dibikin, Tandingan Pancasila
MUI soal Konvoi Pamer Atribut Khilafah Jelang 1 Juni: Sengaja Dibikin, Tandingan Pancasila
BENTENGSUMBAR.COM – Anggota Komite Fatwa MUI, Mukti Ali Qusyairi meminta aparat untuk mendalami dan segera bertindak setelah konvoi sejumlah pemotor yang pamer atribut khilafah terjadi di Jakarta Timur dan viral.

Menurut Mukti, kata 'khilafatul muslimin' sebagai pesan yang dibawa oleh kelompok tersebut berbahaya, karena itu identitas itu berasal khilafah yang dinisbatkan pada HTI yang dilarang beredar di Indonesia.

Bahkan, pria yang juga Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DKI Jakarta itu juga mengisahkan, beberapa kali ketemu hal serupa di jalanan.

Ia menyebut, hal ini merupakan sebuah gaya baru bentuk opini publik yang diusung oleh kelompok-kelompok pembawa ideologi khilafah dan sengaja dilakukan jelang 1 Juni, hari Pancasila.

“Upaya yang mereka lakukan itu berbaya. Saya melihatnya juga di jalanan, konvoi atribut khilafah di sekitaran Bekasi dan di Jakarta, ada informasi juga mereka masuk pasar. Ini upaya opini publik dengan gaya baru,” paparnya lewat pesan suara kepada KOMPAS.TV Selasa (31/5/2022)

Ia juga menyebut, konvoi itu sengaja dilakukan mengingat peristiwa itu terjadi pada Minggu (29/5/2022) yang dekat dengan hari Lahirnya Pancasila yang dperingati pada 1 Juni pada Rabu besok.

“Ada unsur kesengajanaan konvoi jelang 1 juni, di hari Lahir Pancasila. Ini wacana tandingan wacana ideologi Pancasila,” tmbahnya.

Mukti Ali juga menyebut, ini merupakan bentuk baru sebab biasanya ‘kencang’ pakai medsos, sekarang ini khilafatul muslimin justru konvoi sepeda motor mengiklankan ideologi khilafah

“Tentu sikap kita sebagai muslim Indonesia sebagai muslim menepati janji. Ideologi Pancasila ini adlah ideologi pemersatu yagn disepakati bersama seluruh elemen bangsa dan agama, “ imbuhnya.

Alumnus Al-Azhar University, Cairo, Mesir, lantas menjelaskan jika terus pamerkan ideologi khilafah, lebih ekstrem lagi nantinya mengganti negara, bikin negara dalam negara padahal sesuai aturan sudah terlarang.

“Negara atau aparat harus bersikap dan merespon fenomena ini sesuai dengan hukum berlaku.Terus terang kalau didiamkan, akan terus-terusan bisa membesar. Ini tentu meresahkan bagi masyarakat,” paparnya.

“Disamping itu, konvoi ini dilihat anak-anak kecil dan remaja yang airah semangat tinggi dan ada yang masih labil. Makanya berbahaya. Konvoi iu di jalanan bisa melihat,” sambungnya.

Polisi Sedang Mendalami Konvoi Khilafah


Sebelumnya seperti diberitakan KOMPAS.TV, rombongan pemotor membawa atribut khilafah terekam di sepanjang jalan Raya Bogor, Kramat Jati Jakarta Timur, Minggu (29/5/2022).

Kemunculan aksi itu pun tertangkap warga yang membagikan videonya lantas viral. Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari jelang Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada Besok Rabu, 1 Juni 2022.

"Polda Metro Jaya tentunya akan mendalami video tersebut karena kami sudah mendapat data itu terjadi di daerah Jakarta Timur," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, di Jakarta, Senin.

Zulpan menambahkan dari hasil pendalaman itu pihaknya juga akan melakukan pemanggilan terhadap para pengendara yang nampak dalam video viral tersebut untuk dimintai keterangan terkait maksud dan tujuannya.

"Kami akan mencari data dulu terhadap pengendara yang nampak dalam video tersebut, tentunya kami juga akan memanggil mereka. Kami juga akan menanyakan maksud tujuan," ujar Zulpan.

Sebelumnya, Ketua PBNU Ahmad Fachrurrozi juga mendukung upaya untuk mendalami peristiwa ini meningat hal ini dianggap berbahaya jika dibiarkan.

"Ya itu harus dipanggil dan ditertibkan, bahwa ideologi khilafah bertentangan dengan konsensus nasional NKRI,” ujarnya kepada KOMPAS.TV lewat pesan WhatsApp, Selasa (31/5/2022).

Lebih lanjut, Gus Fahrur juga menegaskan bahwa pengusung ideologi khilafah adalah kelompok yang terjebak romantisme masa lalu.

“Mereka orang yang terjebak romantisme (khilafah) masa lalu, hari ini sudah tidak mungkin dapat dilakukan lagi,” katanya.

Sumber: Kompas TV
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »