PILIHAN REDAKSI

Catatan Pinta Nirwana: Tradisi Bararak di Pasaman

PERNIKAHAN  ialah dimana sebuah laki laki dan perempuan yang telah matang melanjutkan ke jenjang yang lebih serius biasanya usia...

Advertorial

Politisi Demokrat: Ada Baiknya Indonesia Munculkan Fatwa Larangan Berhutang yang Berarti Berhutang Itu Haram

          Politisi Demokrat: Ada Baiknya Indonesia Munculkan Fatwa Larangan Berhutang yang Berarti Berhutang Itu Haram
Politisi Demokrat: Ada Baiknya Indonesia Munculkan Fatwa Larangan Berhutang yang Berarti Berhutang Itu Haram
BENTENGSUMBAR.COM – Politisi Demokrat, Susilawati menyarankan agar Indonesia mengeluarkan fatwa dilarang berhutang, yang berarti bahwa berhutang itu haram.

Susilawati menyebut, hal ini bertujuan agar setiap pemerintahan dapat efektif dalam menjalankan pembangunan nasional dengan menggunakan anggaran keuangan negara (APBN).

“Agar setiap pemerintahan dapat efektif dalam menjalankan pemb nasional dengan menggunakan anggaran keu negara (APBN), ada baiknya Indonesia memunculkan fatwa larangan berhutang yang berarti bhutang itu dilarang/haram,” kata Susilawati.

“Bagaimana menurut teman-teman.. walau sudah ada aturan aman untuk berhutang?” sambungnya, sebagaimana dilihat pada Sabtu, 30 April 2022.

Pernyataan Susilawati ini sontak mengundang berbagai kritikan dari netizen di kolom komentar.

Netizen dengan nama akun @Gembul44061*** menyindir agar Susilawati tidak asal-asalan dalam mengusulkan sesuatu.

Ia menyinggung bahwa negara-negara maju saja memiliki utang, termasuk Jepang, Amerika Serikat, Singapura, dan lain-lain.

“Dapat FORMULA darimana Bu, bahwa negara Indonesia dilarang berhutang, haram pula. Kalo mau USUL jangan ASAL, nah kalo ASAL jangan USUL. Negara Maju aja utangnya juga NUMPUK,” katanya.

Bersama komentarnya, ia melampirkan tangkapan layar artikel Kata Data yang menunjukkan daftar 10 negara dengan utang terbanyak.

Sementara, netizen dengan nama akun @bunda_ros*** menyindir mengapa Susilawati yang merupakan sesorang doktor dan lulusan Lemhanas bisa berpikiran naif dan sempit.

“Menjalankan pemerintahan itu ibarat sebuah perusahaan untuk menjalankan perusahaan agar lebih maju dan luas tentu butuh dana besar yang tidak mungkin tercukupi sendiri. Kecuali negara tidak perlu membangun,” katanya.

Sejalan dengan itu, netizen dengan nama akun @AndySoetji*** juga menyindir Susilawati yang menurutnya tidak paham mekanisme dan manfaat utang.

“Anda seorang doktor loh, masa gak paham tentang mekanisme hutang dan manfaat hutang? Trus emang nanti kita ekspor atau impor COD gitu? Berapa ratus trilyun duit yang kudu disediakan? Trus ngatur cash flow negara gimana? Doktor harusnya lebih tahu lah,” katanya.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »