PILIHAN REDAKSI

Ekspor CPO kembali Dibuka, Andre Rosiade: Solusi Menyelamatkan Petani

BENTENGSUMBAR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membuka kembali ekspor sawit mentah (CPO) dan minyak goreng mulai Senin ...

Advertorial

Rencana Demo Besar-besaran 21 Mei, Pimpinan MPR: Tolong Demo Pemakzulan Dihentikan

          Rencana Demo Besar-besaran 21 Mei, Pimpinan MPR: Tolong Demo Pemakzulan Dihentikan
Rencana Demo Besar-besaran 21 Mei, Pimpinan MPR: Tolong Demo Pemakzulan Dihentikan
BENTENGSUMBAR.COM – Sejumlah elemen masyarakat dari buruh berencana menggelar demo besar-besaran 21 Mei 2022. Pimpinan MPR Jazilul Fawaid memberikan tanggapan.

Pimpinan MPR Jazilul Fawaid meminta elemen masyarakat agar tak melakukan demonstrasi yang dapat memicu kerusuhan.

Jazilul meminta narasi pemakzulan terhadap pemerintahan Presiden Jokowi dihentikan.

“Tolong hentikan demo-demo yang memicu kerusuhan apalagi pemakzulan,” kata Jazilul, dilansir dari Pojoksatu pada Rabu, 11 Mei 2022.

Jazilul mengatakan penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat dan diatur dalam konstitusi.

Namun, menurutnya, aksi demonstrasi dengan mengangkat isu pemakzulan terhadap pemerintahan yang sah kurang tepat.

“Tidak tepat, semua bisa didialogkan. Tidak perlu demo-demo, sebab lebih besar madhorotnya daripada manfaatnya,” ujar Wakil Ketua Umum PKB ini.

Menurut Wakil Ketua MPR RI Fraksi PKB Jazilul Fawaid, pemerintah saat ini sedang melaksanakan program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Jangan sampai, lanjut dia, adanya aksi unjuk rasa malah menghambat agenda pemulihan ekonomi nasional.

“Itu semua akan membuat keadaan ekonomi dan sosial politik makin buruk. Kami berharap semua pihak saling bahu-membahu mengatasi keadaan. Kita semua perlu bangkit setelah usainya pandemi Covid-19,” jelas dia.

Sebelumnya, adanya isu pemakzulan itu digaungkan saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR beberapa waktu lalu.

Dalam aksi itu sempat beredar spanduk yang terbentang mendesak Jokowi mundur dari jabatan Presiden.

Selain itu, spanduk tersebut juga bertuliskan mosi tidak percaya terhadap DPR dan Pemerintah Jokowi-Ma’ruf. Akhirnya, terjadi bentrokan saat demonstrasi.

Rencananya, sejumlah elemen masyarakat dari buruh seperti Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) akan kembali menggelar demo besar pada 21 Mei 2022, bertepatan dengan momentum reformasi.

Buruh menyebut 50 ribu orang akan turun kembali jika tuntutan tidak dipenuhi.

“Nanti untuk aksi besar-besaran dari berbagai sektor, kaum buruh, tani, miskin kota, perempuan, mahasiswa, pelajar akan kembali turun ke jalan ketika pemerintah, termasuk DPR, tidak mengindahkan apa yang menjadi tuntutan rakyat,” kata Ketua Umum KASBI Nining Elitos di depan gedung DPR RI, Kamis (21/4/2022).

“Kita akan berkonsolidasi dan akan melakukan aksi. Untuk saat ini kita rencanakan 20-50 ribu rakyat akan turun ke jalan,” sambungnya.

Nining mengatakan rencananya aksi unjuk rasa ini akan digelar pada 21 Mei mendatang serentak di berbagai daerah.

Sejumlah elemen masyarakat dari buruh seperti Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) akan kembali menggelar demo besar pada 21 Mei 2022, bertepatan dengan momentum reformasi. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »