PILIHAN REDAKSI

Desakan agar Holywings Tutup Permanen Menguat, Hotman Paris: 2.850 Karyawan Beragama Islam

BENTENGSUMBAR.COM - Pengacara kondang dan salah satu investor Holywings, Hotman Paris Hutapea, mengingatkan adanya 3.000 karyaw...

Advertorial

Anggap Gatot Selalu Jelekkan Rezim Jokowi, Rudi Sebut Durhaka: Dimuliakan Jadi Panglima TNI, Kok Balasnya Ini

          Anggap Gatot Selalu Jelekkan Rezim Jokowi, Rudi Sebut Durhaka: Dimuliakan Jadi Panglima TNI, Kok Balasnya Ini
Anggap Gatot Selalu Jelekkan Rezim Jokowi, Rudi Sebut Durhaka: Dimuliakan Jadi Panglima TNI, Kok Balasnya Ini
BENTENGSUMBAR.COM – Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB), Rudi S Kamri menyentil mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo yang ia nilai selalu menjelek-jelekkan rezim Joko Widodo (Jokowi).

Rudi S Kamri menyinggung bahwa orang yang mengangkat Gatot Nurmantyo menjadi Panglima TNI adalah Presiden Jokowi.

Ia mempertanyakan mengapa Gatot Nurmantyo malah membalas jasa Jokowi dengan cara menjelek-jelekkan rezim.

Hal ini disampaikan Rudi S Kamri saat menanggapi beberapa pernyataan Gatot Nurmantyo yang ia nilai tidak sesuai realitas.

Pertama-tama, ia mengomentari pernyataan Gatot Nurmantyo bahwa Pemerintahan Jokowi telah melakukan kudeta konstitusi.

“Kudeta konstitusinya dalam bentuk apa yah? Apakah mungkin Presiden melakukan kudeta terhadap konstitusi sedangkan lembaga-lembaga lain diam saja? Mungkin tidak?” katanya, sebagaimana dikutip HopsID dari YouTube Kanal Anak Bangsa pada Rabu, 1 Juni 2022.

Rudi S Kamri meyakini bahwa jika memang Presiden Jokowi melakukan kudeta konstitusi, lembaga-lembaga lain seperti legislatif dan yudikatif sudah pasti bertindak.

“Jadi ini hanyalah narasi sensasional untuk menarik perhatian dari seorang Gatot Nurmantyo yang menurut saya sangat halu,” ujarnya.

Selanjutnya, Rudi S Kamri mengomentari tanggapan Gatot Nurmantyo terhadap ditolaknya Ustaz Abdul Somad (UAS) masuk Singapura.

Diketahui, sebelumnya Gatot Nurmantyo menyebut bahwa ditolaknya UAS masuk Singapura adalah salah satu pertanda menurunnya eksistensi Indonesia.

Rudi S Kamri tidak sependapat dengan pernyataan Gatot Nurmantyo ini. Ia menilai tidak ada keterkaitan antara ditolaknya UAS dengan eksistensi negara.

“Nyambung gak sih? Seorang Somad ditolak di Singapura menunjukkan eksistensi bangsa Indonesia melemah? Nyambung gak? Logika Anda nyambung gak?” kata Rudi S Kamri.

“Kalau saya tidak, karena gak nyambung. Seperti kata pepatah, ‘naik gojek bawah sabun’, nggak nyambung drun,” sambungnya.

Rudi S Kamri lantas mempertanyakan apa yang terjadi sehingga Gatot Nurmantyo cenderung melontarkan narasi-narasi buruk terkait Pemerintahan Jokowi.

Padahal, menurutnya, Presiden Jokowi tidak pernah sedikit pun berbicara negatif terkait mantan bawahannya, termasuk Gatot Nurmantyo.

“Dan Gatot Nurmantyo mungkin semacam agak melupakan sejarah, atau dalam tanda kutip ‘durhaka’. Yang mengangkat Gatot Nurmantyo jadi Panglima TNI ini siapa Presidennya? Jokowi. Sudah dimuliakan jadi Panglima TNI, kok balasannya seperti ini yah? Saya tidak mengerti,” katanya.

Rudi S Kamri mengatakan, memang sah-sah saja jika Gatot Nurmantyo berniat mencalonkan diri menjadi Presiden di tahun 2024 nanti.

“Tapi apakah harus selalu menjelek-jelekkan rezim dengan halusinatif seperti ini? Saya kira tidak perlu,” katanya.

Sumber: HopsID
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »