PILIHAN REDAKSI

Keberaniannya Melebihi Ibu Tien Suharto, Iriana Jokowi Ibu Negara Pertama yang Berkunjung ke Negara Perang

BENTENGSUMBAR.COM - Pengamat militer dan intelijen Ridlwan Habib menganalisis keikutsertaan Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Joko...

Advertorial

Mendag Zulkifli Temukan Biang Kerok Minyak Goreng Mahal, Janji 2 Bulan Beres

          Mendag Zulkifli Temukan Biang Kerok Minyak Goreng Mahal, Janji 2 Bulan Beres
Mendag Zulkifli Temukan Biang Kerok Minyak Goreng Mahal, Janji 2 Bulan Beres
BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan yakin, tidak ada mafia minyak goreng. Hal itu disampaikan saat bertemu awak media sebelum sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta.

"Saya kira tidak mafia. Ini kan ada kenaikan harga booming. teman-teman punya CPO langsung jual cepat. Nah ada keterlambatan kita antisipasi," kata pria yang karib disapa Zulhas ini, Senin (20/6).

Menurut ketua umum PAN ini, keterlambatan antisipasi tersebut berefek terhadap tingginya harga minyak goreng di pasaran. 

Dia pun memastikan dalam dua bulan ke depan harga dapat dinormalkan kembali.

"Mengapa minyak di pasar itu malah (tinggi harganya) saya sudah tahu sebabnya, sudah kita perbaiki, sudah ada jalan keluar. Sebulan, dua bulan beres Insya Allah," yakin Zulhas.

Dia lantas menegaskan, kenaikan harga bukanlah permainan mafia. Melainkan bagian dari skema perdagangan pada umumnya, dimana ada pihak yang mengambil untung lebih dari situasi pasar.

"Perdagangan itu biasa, ada yang bagian untung lebih ya biasa itu," tutup dia.

Mendag sebelumnya, M Lutfi pernah berjanji akan mengumumkan tersangka mafia minyak goreng pada Senin (21/3). 

Di hadapan DPR, dia menyampaikan mekanisme penimbunan minyak goreng yang dilakukan oleh calon tersangka.

Modusnya, minyak curah subsidi dilarikan ke industri menengah atas. Dikemas ulang menjadi premium dan dilarikan ke luar negeri.

Lutfi menduga mafia ini diekspor jatah masyarakat. Sebab, ekspor sangat menguntungkan bagi pelakunya. Perbedaan harga hingga Rp 8.000 per liter.

"Satu tongkang bisa angkut 1 juta liter. Jadi nilai (keuntungannya) Rp9 miliar. Ada orang-orang yang tidak sepatutnya mendapatkan hasil dari minyak ini," kata Lutfi dalam rapat kerja dengan komisi VI DPR, Kamis, (17/3).

Sumber: Merdeka.com
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »