Advertorial

Daerah

Jhon Sitorus Sebut Kadrun Ingin Kejadian di Sri Lanka Terjadi di Indonesia: Ekonomi Krisis Sampai Presiden Dilengserkan

          Jhon Sitorus Sebut Kadrun Ingin Kejadian di Sri Lanka Terjadi di Indonesia: Ekonomi Krisis Sampai Presiden Dilengserkan
Jhon Sitorus Sebut Kadrun Ingin Kejadian di Sri Lanka Terjadi di Indonesia: Ekonomi Krisis Sampai Presiden Dilengserkan
BENTENGSUMBAR.COM - Baru-baru ini media massa mengabarkan warga Sri Lanka telah berhasil menduduki kediaman Presiden Sri Lanka Gaotabaya Rajapaksa.

Amuk warga Sri Lanka sampai menduduki rumah Presiden Rajapaksa akibat krisis yang terjadi di negaranya.

Kabar Sri Lanka tersebut lantas menjadi viral dan ramai diperbincangkan netizen di media sosial.

Pegiat media sosial Jhon Sitorus turut berkomentar mengenai kejadian kerusuhan di Sri Lanka melalui akun Twitternya yang diunggah pada Senin 11 Juli 2022.

Dalam cuitannya, Jhon Sitorus menyinggung pihak Kadrun dan keinginannya atas kejadian kerusuhan di Sri Lanka.

“Ada satu hal yang ingin diwujudkan oleh Kadrun dan spesiesnya atas kejadian di Sri Lanka,” tulis Jhon Sitorus.

Jhon Sitorus lantas menyebut keinginan pihak Kadrun adalah kerusuhan di Sri Lanka dapat terjadi juga di Indonesia.

“Mereka menginginkan kejadian serupa di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jhon Sitorus membeberkan beberapa keinginan Kadrun.

Di antaranya adalah pemerintahan ambruk, ekonomi krisis, hubungan sosial tidak teratur sampai Presiden Jokowi dilengserkan.

“Pemerintahannya ambruk, ekonominya krisis, hubungan sosialnya tak teratur hingga Jokowi dilengserkan,” ungkapnya.

Lantas, Jhon Sitorus mewanti-wanti kepada para netizen terhadap niat jahat Kadrun.

“Hati-hati, niat mereka jahat,” pungkasnya.

Dikabarkan, ribuan warga Sri Lanka telah berhasil menduduki rumah Presiden Rajapaksa di Kolombo, Sabtu 9 Juli 2022.

Ribuan pengunjuk rasa menyerbu masuk kediaman Presiden Rajapaksa, sebagaimana dilansir dari Tribun News.

Namun sayang, para demonstran tidak berhasil menemukan Presiden Sri Lanka Rajapaksa.

Menurut kantor Perdana Menteri Sri Lanka, Presiden Rajapaksa meninggalkan kediamannya ketika diserbu oleh pengunjuk rasa.

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa menyatakan siap mundur dari jabatannya pada 13 Juli mendatang.

Untuk menghindari amukan massa, Presiden telah melarikan diri menggunakan kapal.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »