Advertorial

Daerah

Lawan Bisa Gemeteran! SBY, Jusuf Kalla, dan Surya Paloh Disebut Pengamat Bakal Jadi King Maker Koalisi Tiga Partai Ini, Simak!

          Lawan Bisa Gemeteran! SBY, Jusuf Kalla, dan Surya Paloh Disebut Pengamat Bakal Jadi King Maker Koalisi Tiga Partai Ini, Simak!
Lawan Bisa Gemeteran! SBY, Jusuf Kalla, dan Surya Paloh Disebut Pengamat Bakal Jadi King Maker Koalisi Tiga Partai Ini, Simak!
BENTENGSUMBAR.COM - Menjelang tahun 2024, manuver partai politik dan aktor politik mulai terlihat. Tentu diharapkan elektabilitas naik terwujud.

Sosok senior di Politik juga mulai dikaitkan dengan peran sebagai King Maker, di antara nama yang muncul adalah Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, dan Surya Paloh.

Mengenai hal ini, Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menilai Jusuf Kalla, Surya Paloh dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal menjadi king maker bagi 3 parpol pada Pilpres 2024.

Ketiga parpol tersebut adalah Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS yang menurutnya berpeluang besar untuk membentuk koalisi.

Adib memprediksi ketiga parpol tersebut akan menjadi poros ketiga setelah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan koalisi yang dibangun PIDP.

“Peluang mereka besar karena didukung king maker seperti Jusuf Kalla, Surya Paloh, dan SBY,” ujar Adib dilansir dari GenPI.co, Kamis (21/7).

Selain itu, Adib juga menilai poros tersebut bisa bersatu lantaran Partai Demokrat dan PKS punya persamaan dari segi kekuatan.

“PKS dan Demokrat sudah berteman sejak rezim nya Pak SBY. Bahkan, saat ini mereka berdua jadi oposisi di era Presiden Jokowi,” ucapnya.

Akan tetapi, menurutnya, Partai NasDem yang diduga menjadi poros penting justru akan membubarkan koalisi tersebut.

“Apakah NasDem itu bisa bergabung dengan kedua partai itu? Sebab, Partai NasDem itu ada di dalam pemerintahan Jokowi,” jelas Adib.

Meski demikian, Adib menilai politik merupakan hal yang cair dan berkutat pada persoalan kepentingan saja.

Adib juga menduga hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa koalisi tersebut belum terbentuk hingga saat ini.

“Saya kira wajar. Menurut saya, pengumuman koalisi itu akan terjadi menjelang penetapan capres. Bisa jadi nanti didekalrasikan pada akhir 2023,” pungkas Adib.

Sumber: Wartaekonomi
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »