Advertorial

Daerah

LPSK Ungkap Kondisi Istri Sambo: Masih Menangis, Tidur Berselimut Tanpa Makeup

          LPSK Ungkap Kondisi Istri Sambo: Masih Menangis, Tidur Berselimut Tanpa Makeup
LPSK Ungkap Kondisi Istri Sambo: Masih Menangis, Tidur Berselimut Tanpa Makeup
BENTENGSUMBAR.COM - Istri Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo, Putri Ferdy Sambo, telah mengajukan permohonan perlindungan ke LPSK. 

Namun hingga saat ini LPSK belum melakukan permintaan keterangan dari Putri. Alasannya, Putri masih trauma.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi. Dia mengatakan beberapa waktu lalu LPSK sempat mengadakan pertemuan langsung dengan Putri, tetapi masih trauma.

"Ya, seperti sudah saya sampaikan situasinya, masih tidak memungkinkan untuk diwawancarai karena terlihat terguncang," kata Edwin kepada wartawan, Jumat (29/7).

"(Putri) masih suka nangis. Jadi masih tidur di ranjang, dengan selimut tidak pakai makeup," sambung dia.

Kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukannya wawancara terhadap Putri. Namun demikian, kata Edwin, tak terlihat secara fisik Putri mengalami luka-luka.

"Jadi ya, situasi masih begitu ya belum bisa kami tanya. Tidak ada (luka), secara fisik tidak nampak luka-luka gitu ya," ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua LPSK Susilaningtias mengungkap telah menerima permohonan perlindungan dari Putri. 

Dia membeberkan alasan pengajuan permohonan tersebut.

"Bu Putri kan sebagai pelapor dan korban dalam kasus pelecehan seksual. Kalau di dalam Undang-undang 12 tahun 2022 memang kan ada kewajiban untuk memberikan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual," kata Susilaningtias saat dihubungi, Selasa (19/6).

Dalam peristiwa tersebut, seorang polisi yakni Brigadir Yosua dilaporkan tewas di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7).

Kapolres Jaksel Kombes Budhi Herdi menyebut Yosua tewas karena ditembak Bharada E.

Penembakan itu dipicu teriakan istri Irjen Ferdy, Putri, yang disebut Kombes Budhi hendak dilecehkan Brigadir Yosua.

Namun cerita versi polisi itu ditentang keluarga, karena di tubuh Yosua ada luka lebam dan jarinya putus.

Kemudian, keluarga juga dilarang membuka peti ketika jenazah tiba di rumah duka.

Saat ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah membentuk tim khusus guna mengungkap kematian Brigadir Yosua.

Sumber: Kumparan
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »