Advertorial

Daerah

Putri Candrawati Terlihat Menangis Setelah Aktivitas Brigadir J Tak Lagi Terekam CCTV, Ketahui Pembantaian?

          Putri Candrawati Terlihat Menangis Setelah Aktivitas Brigadir J Tak Lagi Terekam CCTV, Ketahui Pembantaian?
Putri Candrawati Terlihat Menangis Setelah Aktivitas Brigadir J Tak Lagi Terekam CCTV, Ketahui Pembantaian?
BENTENGSUMBAR.COM - Putri Candrawati terlihat menangis dalam rekaman CCTV yang kini beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman CCTV di rumah pribadinya di Jalan Saguling III, Putri Candrawati menangis diduga pada waktu Brigadir J dihabisi oleh Bharada E.

Diketahui, dari rekaman CCTV itu Putri Candrawati tiba di rumah pribadinya dari perjalanan Magelang, Jawa Tengah pada pukul 15.40 WIB.

Putri Candrawati tiba bersamaan dengan sejumlah ajudan termasuk Brigadir J di hari yang diduga terjadi pembunuhan.

Sebelumnya, Irjen Ferdy Sambo terekam CCTV telah dahulu tiba yang diikuti petugas kesehatan Nakes.

Kemudian, Putri Candrawati termasuk Brigadir J dan Bharada E ikut melakukan tes PCR di teras rumah.

Setelah melakukan tes PCR, Putri Candrawati dan Ferdy Sambo keluar rumah. Terekam CCTV mereka menuju rumah dinas Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Brigadir J dan Bharada E terlebih dahulu keluar rumah menuju mobil.

Namun, raut wajah Putri Candrawati terlihat berubah bak seperti menangis pada saat kembali lagi kerumah pribadinya pada pukul 17:23.

Putri Candrawati terekam CCTV meninggalkan rumah pribadi di Jalan Sugilang III pada pukul 17:05 WIB dan kembali lagi pada pukul 17:23 WIB.

Berdasarkan rekaman CCTV, Bharada E diduga menghabisi Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo diantara pukul 17:06 - 17:22 WIB. 

Sebab pada waktu itu, keberadaan Brigadir J tidak ketahui atau tidak terekam CCTV lagi.

Kapolri Tegaskan Brigadir J Tewas Ditembak

Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan kematian Brigadir J bukan karena aksi tembak menembak melainkan penembakan.

Hal itu disampaikan Kapolri Listryo Sigit Prabowo di Mabes Polri, pada Selasa 9 Agustus 2022 malam.

"Tidak ada fakta tembak-menembak, yang ada penembakan terhadap brigadir J yang dilakukan atas perintah saudara FS," kata Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Karena temuan fakta tersebut, Polri kini telah menetapkan sebanyak 4 tersangka dalam kasus penembakan yang menyebabkan Brigadir J tewas.

Adapun 4 tersangka tersebut diantaranya adalah Bharada E, Bripka RR, KM, dan Irjen Ferdy Sambo.

"Selama proses penyidikan yang dilakukan, Bareskrim Polri telah menetapkan empat orang tersangka," kata Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.

Agus Andiranto menjelaskan, Bharada E berperan menembak Brigadir J dengan dibantu dan disaksikan oleh Bripka RR.

"Bripka RR turut membantu dan menyaksikan penembakan korban, KM turut membantu dan menyaksikan penembakan terhadap korban," katanya.

Sementara FS (Ferdy Sambo) kata Agus berperan menyuruh melakukan penembakan dan melakukan skenario seolah-olah terjadi peristiwa tembak menembak.

"FS, menyuruh melakukan, dan menskenario peristiwa, seolah-olah terjadi peristiwa tembak-menembak," katanya.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »