Advertorial

Daerah

Ceplas-ceplos Bilang Pilpres 2024 Ada Indikasi Kecurangan, SBY Diyakini Punya Data Rahasia, Serius Nih?

          Ceplas-ceplos Bilang Pilpres 2024 Ada Indikasi Kecurangan, SBY Diyakini Punya Data Rahasia, Serius Nih?
Ceplas-ceplos Bilang Pilpres 2024 Ada Indikasi Kecurangan, SBY Diyakini Punya Data Rahasia, Serius Nih?
BENTENGSUMBAR.COM - Pengamat Politik, M. Jamiluddin Ritonga menilai, Kekhawatiran Presiden RI ke- 6  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kecurangan di Pilpres 2024 seyogyanya tidak direspon dengan nada negatif. 

Jamiluddin menyebut, SBY bukanlah orang yang memiliki karakter responsif dan gegabah menyampaikan pendapatnya. Apalagi hanya menebar rumor. Itu bukanlah tipikal SBY.

"Sebagai mantan presiden, jenderal intelektual, dan doktor, SBY dikenal sosok yang sangat berhati-hati dalam berpendapat. Dia tak akan menyampaikan pendapatnya yang masih spekulatif," katanya kepada Populis.id pada Selasa (20/09/2022).

Menjadi orang yang pernah memerintah Indonesia selama 10 tahun, Jamiluddin menilai SBY masih punya akses untuk mendapatkan data yang paling rahasia pun di Indonesia. Karena itu, SBY bisa saja mempunyai data terkait adanya indikasi kecurangan Pilpres 2024.

"Jadi kalau SBY berpendapat, apalagi terkait hal yang sensitif seperti indikasi kecurangan Pilpres, tentulah didasari data yang akurat dan sintesa yang komprehensif. Karena itu, pendapat SBY akan sangat terukur dan dapat dipertanggungjawabkannya," ucapnya.

Karena itu, ia menekankan bahwa pendapat SBY seyogyanya dijadikan peringatan dini bagi semua pihak, khususnya yang cinta demokrasi, untuk memelototi proses pencapresan 2024. Dengan begitu, kekhawatiran SBY akan ada kecurangan di Pilpres 2024 dapat dicegah.

"Pendapat SBY itu tampaknya tidak berkaitan dengan kekhawatiran anaknya Agus Harimurti Yudhoyono tidak laku menjadi capres atau cawapres. SBY hanya ingin memastikan tidak ada skenario untuk memaksakan hanya dua pasangan pada Pilpres 2024," jelasnya.

Skenario itu, kata Jamil, memang sudah mencuat sejak lama. Bertebaran rumor yang mengatakan jika Demokrat dan PKS, di ujung pendaftaran pasangan capres akan ditinggal. Dengan begitu, dua partai tersebut tidak cukup suara untuk mengusung pasangan capres.

"Memang Partai pendukung pemerintah saat ini dirumorkan akan mengusung dua pasangan. Satu pasangan memang akan dimenangkan, sementara satu pasangan diciptakan untuk dikalahkan. Rumor ini memang masih perlu diklarifikasi kebenarannya," tuturnya.

"Kalau khalayak umum saja sudah mendapat rumor tersebut, tentu peluang SBY mendapat data yang akurat akan lebih terbuka. Karena itu, pendapat SBY bukan untuk dihujat tapi bantahlah kalau itu tidak benar," pungkasnya.

Sumber: Populis
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »