Advertorial

Daerah

Pengamat: Duet Gus Yahya-Puan di Pilpres 2024 Bisa Jadi Nostalgia Gus Dur-Mega, Bukan Pasangan Kaleng-kaleng

          Pengamat: Duet Gus Yahya-Puan di Pilpres 2024 Bisa Jadi Nostalgia Gus Dur-Mega, Bukan Pasangan Kaleng-kaleng
Pengamat: Duet Gus Yahya-Puan di Pilpres 2024 Bisa Jadi Nostalgia Gus Dur-Mega, Bukan Pasangan Kaleng-kaleng
BENTENGSUMBAR.COM - Pengamat Komunikasi Politik Hendri Satrio menilai, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani bisa menjadi pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) 2024 yang ideal.

Menurut dia, duet ini bisa menjadi nostalgia zaman reformasi saat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi presiden dan wakil presiden periode 1999-2001.

PDIP Sebut Alasan Beri Sanksi Keras ke Loyalis Puan Lantaran Bentuk Dewan Kolonel

"Capres cawapres ini kan belum ada yang pasti. Kemudian kalau misalnya memang Mbak Puan nomor 1 atau nomor 2, tapi kalau nomor 2 ini bisa seperti nostalgia zaman reformasi waktu Gus Dur dan Megawati jadi pasangan," kata Hendri Satrio kepada Liputan6.com, Sabtu (29/10/2022).

Menurut dia, PDIP bisa mengusung Gus Yahya dan Puan menjadi pasangan capres-cawapres tanpa harus berkoalisi dengan partai manapun.

Pasalnya, PDI Perjuangan memiliki 20 persen kursi di DPR RI yang merupakan syarat pencalonan presiden.

"Kalau kemudian Gus Yahya dan Puan ini jadi pasangan capres cawapres ini pasangan yang serius ini, bukan kaleng-kaleng dan kalau ini terjadi, Gus Yahya-Puan ini bisa maju sendiri ya kan," katanya.

Pria yang akrab disapa Hensat ini memprediksi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan hengkang dari PDIP dan bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). 

Dia mengatakan, iklim demokrasi di Indonesia akan bagus apabila memiliki empat pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024.

"Ganjar gimana? Mungkin Ganjar hengkang dari PDIP dan gabung KIB. Jadi kita punya empat calon, Gus Yahya-Puan, terus Prabowo, terus Anies Baswedan, terus Ganjar. Bagus untuk demokrasi," tutur Hendri.

"Ya mungkin (ini) bisa jadi salah satu masukan," sambung dia.

Sumber: liputan6.com
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »