Advertorial

Daerah

Cinta Segitiga Anies-AHY-Aher Makin Rumit, Pengamat: Saya Justru Curiga, Jangan-jangan…

          Cinta Segitiga Anies-AHY-Aher Makin Rumit, Pengamat: Saya Justru Curiga, Jangan-jangan…
Cinta Segitiga Anies-AHY-Aher Makin Rumit, Pengamat: Saya Justru Curiga, Jangan-jangan…
BENTENGSUMBAR.COM - Koalisi Perubahan yang digagas oleh Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS digadang-gadang mengusung Anies Baswedan batal melakukan deklarasi pada 10 November lalu. 

Salah satu dugaan faktor penyebabnya belum sepakatnya sosok bakal calon presiden untuk mendampingi Anies.

Sejauh ini memang sudah ada dua sosok yang menjadi perbincangan akan disandingkan dengan Anies, yaitu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Heryawan (Aher).

Pengamat politik Adi Prayitno turut menyoroti situasi tersebut, yang diibaratkan seperti cinta segitiga yang rumit. 

“Anies merasa jatuh cinta ke AHY, Anies juga merasa jatuh cinta ke Aher, sama-sama di PHP,” tutur Adi dilansir dari program Adu Perspektif di kanal Youtube Total Politik, Rabu (23/11/2022).

Adi menyinggung ada urusan elektoral yang menjadi pertimbangan dalam ketiga partai yang belum mantap deklarasi. 

Pasalnya, suara antarpartai juga dikatakan saling tumpeng tindih serta adanya potensi suara dari partai satu pindah ke lainnya.

“Makannya saya justru curigai, jangan-jangan memang ini AHY dan Aher sengaja dibentur-benturkan. Nanti, yang akan dipilih oleh Anies bukan di antara keduanya, untuk menghindari konflik dan friksi internal,” ucapnya.

Menurutnya, pemilihan salah satu pihak bisa saja membuat pihak lain cemburu dan menimbulkan masalah lebih lanjut. 

Adi tak mengungkapkan secara gambling perkiraan siapa sosok yang akan dipilih Anies untuk mendampingi dirinya.

“Karena kalau Aher yang dipilih, tentu AHY dan Demokrat layak meradang (atau sebaliknya), ini kenapa saya menyebut belakangan koalisi ini agak kusut,” ungkapnya.

Ia juga sempat menyoroti terkait inkonsitensi Nasdem dan Anies sendiri untuk mengusung tagline perubahan, sebagaimana yang tercantum dalam koalisi mereka.

Pasalnya, Anies dan Nasdem belakangan dinilai seperti merapat ke kubu Jokowi sampai berjanji meneruskan program kerjanya.

“Disebutkan kalau Anies menang sebagai presiden, akan melanjutkan apa saja yang telah dikerjakan oleh Jokowi. Lalu, untuk apa bikin tagline perubahan kalau Anies diasosiasikan dengan pendukung Jokowi?” tuturnya.

Sumber: Populis
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »