Advertorial

Daerah

Disebut Ikut Tembak Yosua, Analisa Pakar Psikolog Forensik Bikin Bininya Ferdy Sambo Keringat Dingin, Bisa Jadi Ibu Putri Kecewa Gegara…

          Disebut Ikut Tembak Yosua, Analisa Pakar Psikolog Forensik Bikin Bininya Ferdy Sambo Keringat Dingin, Bisa Jadi Ibu Putri Kecewa Gegara…
Disebut Ikut Tembak Yosua, Analisa Pakar Psikolog Forensik Bikin Bininya Ferdy Sambo Keringat Dingin, Bisa Jadi Ibu Putri Kecewa Gegara…
BENTENGSUMBAR.COM - Psikolog Forensik UIN Malang, Fathul Lubabin Nuqul mengatakan istri eks Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, Putri Candarawathi bisa ikut menambak Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) sebagaimana yang disebutkan  kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Fathul Lubabin Nuqul menegaskan kemungkinan Putri Candrawathi ikut menembak bisa saja terjadi karena berbagai faktor. 

Jadi omongan Kamaruddin Simanjuntak dalam persidangan tersebut tak boleh dianggap enteng. 

"Segala kemungkinan saya kira bisa terjadi, sebenarnya kalau dari analisis psikologi seseorang itu bisa berperilaku atau bertindak karena dorongan dari dalam dirinya atau karena tekanan dari luar," ujar Lubabin seperti Populis.id dari Channel YouTube salah satu TV Nasional Jumat (4/11/2022). 

Faktor lain yang bisa saja membuat Putri Candrawathi ikut menembak brigadir J kata Fathul Lubabin Nuqul adalah rasa ketidak puasan yang berujung pada kekecewaan. 

"Bisa karena harapan yang terlalu tinggi, misalnya ada harapan Putri kepada Yosua yang kemudian tidak tercapai itu yang bisa mendorong Putri merencanakan suatu pembunuhan," imbuhnya.

Fathul Lubabin Nuqul mengaskan kekerasan sadis kerap kali dilakukan pelaku yang memang punya relasi kuat dengan korban sehingga mereka yang sebelumnya harmonis bisa saja mendadak berubah menjadi pelaku kekerasan yang tak kenal kasihan. 

"Kasus-kasus yang lain kekerasan yang sadis itu banyak dilakukan oleh mereka yang punya relasi yang kuat dengan korban, artinya kemungkinan ini sangat mungkin terjadi, orang yang punya relasi yang dekat yang harmonis sebelumnya menjadi orang yang sadis," pungkasnya.

Sebelumnya, Kamaruddin Simanjuntak hadir sebagai saksi pelapor di persidangan lanjutan pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu pada Selasa (25/10/2022).

Kehadirannya mendapat sorotan besar, salah satunya akibat kesaksian mencengangkan yang ia sampaikan.

Misalnya saja Kamaruddin yang membuka dugaan terdakwa Putri Candrawathi ikut menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

"Bahwa yang menembak adalah Ferdy Sambo, dan Bharada Richard Eliezer, bersama dengan Putri Candrawathi, karena ada menggunakan senjata yang diduga buatan Jerman," kata Kamaruddin. 

Sementara itu uji hasil uji balistik yang disampaikan Komnas HAM beberapa waktu  lalu juga menemukan adanya perbedaan proyektil yang dilepaskan dari jenis senjata api yang  berbeda,lembaga negara ini  juga menduga eksekutor Brigadir J bukan hanya Bharada Richard Eliezer dan Ferdy Sambo, tetapi ada pihak ketiga yang kemungkinan besar ikut menembak Brigadir J.

Sumber: Populis
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »