Advertorial

Daerah

Eng Ing Eng.. Oknum Polri Diduga Peras Pelapor Kasus Jam Mewah Hingga Miliaran, Mahfud MD Langsung Bereaksi, Simak!

          Eng Ing Eng.. Oknum Polri Diduga Peras Pelapor Kasus Jam Mewah Hingga Miliaran, Mahfud MD Langsung Bereaksi, Simak!
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD
BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menanggapi soal diagram viral yang menyebut adanya dugaan keterlibatan Polri dalam memeras pelapor kasus penipuan jam mewah, Tony Sutrisno.

Mahfud MD menyampaikan tanggapannya saat ditemui dalam acara diskusi ilmiah bertajuk ‘Pemikiran Geopolitik Bung Karno dalam Suara Kebangsaan’ di Hotel Borobudur, Jakarta.

Tidak berbicara banyak, Mahfud hanya menegaskan bahwa kasus tersebut biar diurus oleh pihak kepolisian.

“Itu biar diurus oleh polisi,” ujar Mahfud pada Jumat (4/11/2022).

Seperti yang diketahui, sebelumnya viral diagram yang menggambarkan dugaan pemerasan oleh oknum kepolisian terhadap pengusaha Tony Sutrisno.

Pada diagram tersebut, Tony awalnya membuat laporan atas kasus dugaan penggelapan dan penipuan dua jam tangan mewah merek Richard Mille seharga Rp77 miliar. 

Namun, bukannya diusut, oknum petinggi kepolisian justru disebut memerasnya hinggaRp4 miliar.

Dalam alur diagram yang menyinggung beberapa nama petinggi Polri itu, Divisi Propam Polri dinilai telah melanggar sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

Selain itu, ditulis juga bahwa Kompol A telah divonis sidang etik selama demosi 10 tahun. 

Ia diduga mengambil dana dari Tony sebanyak Rp3,7 miliar dan kemudian disetor ke Kombes Rizal Irawan senilai Rp2,6 miliar.

“Kok bisa Kombes Rizal Irawan disunat hukumannya jadi 1 Tahun Demosi dan atas atensi Wakapolri. Sedangkan anak buahnya didemosi 10 Tahun, apakah itu adil? Oh, iya. Keterlibatan Brigjen Andi Rian dan Komjen Agus Andrianto kok gak diselidiki,” bunyi narasi dalam diagram tersebut.

Akibat ramainya diagram tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit pun didesak untuk mengusut kasus dugaan pemerasan yang melibatkan petinggi Polri tersebut.

Anggota Komisi III DPR, Santoso, menjadi salah satu orang yang mendesak pengusutan kasus tersebut karena ia menilai diagram Tony sangat transparan sehingga seharusnya tidak terlalu sulit untuk diusut.

Ia menyampaikan, “Polri memang dalam bekerja tidak boleh berdasarkan asumsi maka untuk membuktikan apakah diagram itu fakta atau hoaks maka Polri harus segera mengecek info tersebut.”

“Diagram itu sangat transparan siapa berperan apa dan itu diyakini berasal dari sumber yang mengetahui langsung atas kejadian tersebut,” lanjutnya.

Sumber: Populis
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »