Advertorial

Daerah

Habil Marati Klaim 20 Juta Suara PPP ke Anies, Arsul Sani: Terjangkit Waham Kebesaran

          Habil Marati Klaim 20 Juta Suara PPP ke Anies, Arsul Sani: Terjangkit Waham Kebesaran
Habil Marati Klaim 20 Juta Suara PPP ke Anies, Arsul Sani: Terjangkit Waham Kebesaran
BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani menanggapi klaim Forum Kabah Membangun (FKM) yang menyatakan 20 juta suara PPP bakal memilih Anies Baswedan dalam Pemilihan Presiden 2024. Arsul menilai ada kader PPP yang terjangkit penyakit waham kebesaran.

Dia menceritakan kasus waham kebesaran lainnya kala kader PPP membuat partai baru dan menyatakan bahwa sekian juta massa PPP bakal pindah ke partainya. Toh PPP, kata Arsul, suaranya belum pernah mencapai 20 juta.

"Saya kadang melihat ada kader PPP yang terjangkiti penyakit waham kebesaran, seperti ketika bilang bahwa PPP bakal kehilangan suara 20 juta kalau tidak dukung calon tertentu. Ini namanya menderita penyakit waham, karena PPP saja belum pernah mencapai suara 20 juta,” kata Arsul Sani kepada Tempo, Ahad, 20 November 2022.

Arsul berujar PPP mengamini jika pilihan calon presiden dan calon wakil presiden bakal memberikan pengaruh negatif di daerah tertentu. 

Namun, kata dia, satu daerah dengan daerah lainnya mempunyai dampak yang berbeda. 

Dia menjelaskan, ada pula daerah yang bakal terkena dampak positif dari pemilihan capres maupun cawapres. 

Hal inilah, kata Arsul, yang sedang dicermati dengan baik oleh partai berlambang Kabah.

Oleh sebab itu, Arsul mengatakan PPP belum akan menentukan sosok yang dijagokan dalam Pilpres 2024.

Dia menyebut partainya masih melihat aspirasi dan kecenderungan yang terjadi, termasuk pada partai politik lainnya. 

“Karena itu sekarang PPP belum menentukan sosok yang akan didukungnya dan diajukan kepada koalisinya yakni Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Kami masih melihat aspirasi dan juga kecenderungan yang terjadi termasuk pada parpol lainnya,” ujar dia.

Arsul menilai klaim kehilangan 20 juta suara jika tak mengusung Anies merupakan proyeksi yang terlalu dini. 

“Suara yanng mengatakan bahwa PPP akan kehilangan suara kalau tidak dukung capres tertentu terlalu prematur,” kata dia.

Habil Marati Bantah Memecah Belah

Sebelumnya, Ketua Umum FKM, Habil Marati, mengklaim 20 juta suara PPP akan memilih Anies Badwedan pada pemilu presiden 2024. 

Dia mengatakan FKM secara aktif akan mengerahkan PPP untuk mengawal Anies menjadi presiden. 

Menurut dia, organisasi yang dipimpinnya bukan untuk memecah belah, namun justru agar PPP mampu menembus ambang batas duduk di kursi DPR.

Habil juga mengklaim bahwa PPP hanya bisa selamat jika partai yang berdiri pada 1973 ini mengusung Anies sebagai capres. 

Sementara itu, Anies  juga menegaskan dalam unggahan Instagram yang menyatakan FKM yang mendukungnya bukan gerombolan pemecah belah.

"Kehadiran FKM justru untuk untuk menyelamatkan suara PPP di daerah,” kata Habil Marati dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 19 November 2022.

Adapun bekas Duta Besar RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie, turut mengatakan bahwa 20 juta suara PPP akan memilih Anies Baswedan sebagai pemimpin Indonesia di 2024. 

“FKM bukan gerakan bawah tanah yang berisi konstituen PPP, tetapi justru gerakan yang menyelamatkan partai berlambang Kabah itu,” kata Husnan.

Menurut dia, ada korelasi antara elektabilitas Anies yang diklaim sebesar 30 persen dengan suara PPP. 

Husnan mengatakan suara PPP dapat didongkrak hingga 7 persen jika mendukung Anies menjadi capres dalam pemilu 2024 mendatang. 

"FKM memiliki kewajiban mandatori harus menyelamatkan PPP. Kami akan selamatkan PPP agar punya kursi di atas 7 persen," ujarnya.

Klaim 20 juta suara PPP akan memilih Anies  nampak terlalu muluk. 

Pasalnya, dalam pemilihan legislatif 2019, partai berlambang kabah ini hanya mendapat suara sah 6, 323.147 (4,52 persen) atau mendapat 19 kursi dari total 139.970.810 suara.  

Suara tertinggi PPP diperoleh pada Pemilu 1999. Kala itu, partai ini mendulang 11,31 juta suara atau total 10,72 persen. PPP berhasil mendapatkan 58 kursi di DPR.

Sumber: Tempo.co
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »