| Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani. |
Sidang paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Dharmasraya Sujito, S.M., didampingi Wakil Ketua II Ade Sudarman, S.Pd., serta diikuti oleh seluruh anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya, dan jajaran Pemkab Dharmasraya.
Paripurna istimewa tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Asisten I Ahmad Zakri, unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Barat dan Forkopimda Kabupaten Dharmasraya, Wakil Bupati Leli Arni, pimpinan BUMN dan BUMD, serta para bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota se-Sumatera Barat dan provinsi tetangga.
Turut hadir sejumlah pimpinan dan anggota DPRD kabupaten dan kota se-Sumatera Barat dan daerah tetangga, dari DPRD Provinsi Sumatera Barat hadir Varel Oriano dan Sofian Hadi. Kemudian juga tampak Bupati definitif pertama Dharmasraya Marlon Martua, tokoh pemekaran, tokoh masyarakat, niniak mamak, unsur Bundo Kanduang, serta undangan lainnya.
Dalam pidatonya, Bupati Annisa Suci Ramadhani menegaskan bahwa peringatan 22 tahun Kabupaten Dharmasraya menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan arah pembangunan daerah di tengah dinamika kebijakan nasional dan keterbatasan fiskal.
Ia menyampaikan bahwa sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dihadapkan pada tantangan fiskal yang berat, terutama tingginya ketergantungan terhadap dana transfer pusat serta kebijakan efisiensi anggaran nasional.
Di tengah kondisi tersebut, Annisa menjelaskan bahwa pemerintah daerah menempuh strategi aktif melalui advokasi intensif ke kementerian dan lembaga guna memastikan program-program strategis daerah tetap berjalan.
Sepanjang tahun 2025, upaya advokasi itu membuahkan hasil konkret berupa percepatan pembangunan infrastruktur jalan pada enam ruas jalan kabupaten sepanjang sekitar 24,2 kilometer, dua ruas jalan provinsi sepanjang 0,5 kilometer, serta penanganan long segment jalan nasional sepanjang 57,91 kilometer yang menjadi koridor utama pergerakan ekonomi dan logistik daerah.
Di sektor sumber daya air, Annisa memaparkan bahwa Kabupaten Dharmasraya memperoleh dukungan APBN lebih dari Rp111 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan pengendalian banjir, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi, pembangunan jaringan irigasi air tanah (JIAT), serta rehabilitasi jaringan tersier.
Pada bidang layanan dasar, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengoptimalkan lima instalasi pengolahan air bersih di Pulau Punjung, Sungai Dareh, Sungai Duo, Sitiung, dan Koto Baru, serta mempercepat penanganan kawasan kumuh melalui dokumen RP2KPKPK, termasuk kawasan Pasar Lama Pulau Punjung yang ditetapkan sebagai salah satu prioritas nasional.
Di sektor pendidikan, Annisa menyampaikan capaian strategis berupa ditetapkannya Kabupaten Dharmasraya sebagai penerima Program Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial dengan nilai anggaran mencapai Rp200 miliar.
Program tersebut diperkuat melalui kebijakan daerah seperti Beasiswa Dharmasraya Juara, English Bootcamp, serta bantuan pendidikan bagi mahasiswa berprestasi sebagai bagian dari investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia.
Sementara di sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengalokasikan lebih dari Rp7,25 miliar bantuan produktif melalui pendekatan One Village One Product (OVOP), mencakup pengembangan peternakan rakyat, tanaman pangan, hortikultura, mekanisasi pertanian, hingga Program Peremajaan Sawit Rakyat seluas 444 hektare.
Menanggapi paparan tersebut, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Ahmad Zakri menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota, khususnya dalam penyelarasan program strategis daerah dengan kebijakan pembangunan provinsi dan nasional.
Ia menegaskan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap Kabupaten Dharmasraya akan terus diarahkan pada sektor-sektor prioritas, terutama infrastruktur, ketahanan pangan, dan peningkatan kualitas layanan dasar masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Dharmasraya Sujito, S.M. saat menutup sidang menyampaikan harapan agar sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta pemerintah pusat terus diperkuat demi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Dharmasraya.
Ia menegaskan DPRD Kabupaten Dharmasraya siap mendukung langkah-langkah pemerintah daerah yang berpihak pada kepentingan rakyat serta mendorong kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil nyata.
Sebagai bagian dari rangkaian Sidang Paripurna Istimewa tersebut, tokoh pemekaran Masrigi Dt Rajo Leli, S.H. menyampaikan pemaparan sejarah perjuangan pemekaran Kabupaten Dharmasraya dari Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, sebagai pengingat bahwa Dharmasraya lahir dari semangat kolektif dan perjuangan panjang masyarakatnya.
( W )
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »