Isu Reshuffle Kabinet Menguat, KSP: Hanya Presiden dan Tuhan yang Tahu

Isu Reshuffle Kabinet Menguat, KSP: Hanya Presiden dan Tuhan yang Tahu
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka rapat kabinet dengan jajaran menterinya dalam suantu kesempatan di Istana Negara. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Isu perombakan atau reshuffle kabinet Merah Putih kembali menguat. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengatakan, keputusan reshuffle menteri Kabinet Merah Putih berada di tangan Prabowo.

"Hanya presiden dan Tuhan yang tahu," kata Qodari kepada wartawan di kantor Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Jakarta, Rabu.

Menurut Qodari, salah satu kriteria pejabat yang reshuffle adalah kinerja. Namun, dia enggan mengungkap lebih spesifik kinerja yang dimaksud.

"Yang pasti begini, presiden kalau bicara reshuffle pasti kriterianya adalah kinerja, pencapaian target-target. Dan itu semua dipantau oleh presiden setiap hari. Setiap hari," kata Qodari.

Kabar perombakan kabinet tersebut juga mencuat saat jabatan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) kosong. Karena, Thomas Djiwandono telah disetujui DPR RI untuk menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

"Ya itu, ya bagus saja itu. Kalau itu kan logis saja. Berarti kan harus ada yang diisi, kan?" ujarnya.

Prabowo 3 Kali Beri Peringatan ke Menterinya

Pada Sabtu (18/10/2025), Prabowo menegaskan dirinya juga tak segan mencopot menteri yang nakal usai diperingati berkali-kali. Dia mengatakan akan memberikan peringatan sebanyak 3 kali apabila ada menteri yang nakal.

Jika tak ada perubahan usai diberi peringatan, Prabowo akan langsung melakukan reshuffle atau perombakan kabinet dan mencopot menteri yang nakal itu.

"Anak buah saya hebat-hebat ya, kalau ada satu dua nakal, saya peringati. Satu kali peringatan masih, masih nakal, masih enggak mau dengar. Dua kali peringatan, tiga kali apa boleh buat reshuffle. Harus diganti," ujar Prabowo saat menyampaikan orasi di Universitas Kebangsaan RI, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10/2025).

Menurut dia, hal ini dilakukannya demi kebaikan bangsa dan rakyat Indonesia. Prabowo menuturkan dirinya tak boleh mengasihani pejabat-pejabat yang merugikan rakyat.

"Karena demi negara bangsa dan rakyat tidak boleh ada rasa kasihan yang kasihan rakyat Indonesia," ucap Prabowo.

Prabowo mengaku dirinya juga tak masalah dibenci oleh koruptor hingga penipu yang merugikan Indonesia. Dia tak takut apabila para koruptor itu mengerahkan aksi demonstrasi di Indonesia.

"Saya nggak papa dibenci, asal rakyat saya tidak benci saya. Kalau saya dibenci oleh maling-maling koruptor manipulator penipu-penipu yang serakah enggak papa, enggak ada urusan," tutur dia.

"Saya dikasih peringatan, 'Pak hati-hati loh Pak mereka uangnya banyak, mereka bisa bayar demo'. Enggak ada urusan yang penting rakyat Indonesia mendukung saya saya tidak ragu-ragu," sambung Prabowo. (*) 

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »