| Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan. |
"Dari yang sebelumnya berjalan sporadis, kini manajemen talenta sudah menjadi agenda nasional. Saat ini 130 instansi telah menerapkannya secara operasional, dan 546 instansi lainnya telah menyatakan komitmen, termasuk Kabupaten Pati,” ujar Prof. Zudan dalam kegiatan Launching Komitmen Penerapan Manajemen Talenta di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, Sabtu (24/01/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menandai pergeseran penting dalam tata kelola ASN nasional, dari sistem konvensional berbasis jabatan menuju sistem berbasis kompetensi, kinerja, dan potensi. Manajemen talenta menjadi instrumen utama untuk memastikan ASN ditempatkan secara tepat di posisi strategis. “Manajemen talenta itu mencari ASN yang mau dan mampu. Kita ingin memastikan setiap jabatan diisi oleh orang yang tepat, sehingga layanan publik bisa lebih cepat, lebih mudah, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Prof. Zudan.
Pada tahun ini, BKN sendiri menargetkan pendampingan intensif terhadap 643 instansi pemerintah, yakni meliputi 514 kabupaten/kota, 38 provinsi, serta sekitar 100 kementerian dan lembaga. Pendampingan tersebut nantinya akan mencakup penyusunan sistem manajemen talenta, penataan formasi ASN, penguatan branding institusi, hingga pengawasan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK).
Terhadap tantangan birokrasi yang masih dihadapi instansi daerah, Prof. Zudan sebut pola kerja yang lamban dan kurang adaptif masih menjadi PR (baca: pekerjaan rumah) di sejumlah daerah. “Kalau SOP layanan masih belasan hari, berarti kita belum bertransformasi. Reformasi birokrasi itu harus dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya. Oleh karena itu, Ia mendorong penerapan manajemen talenta merata di seluruh instansi. Menurutnya, keberhasilan manajemen talenta harus tercermin pada _outcome_ layanan publik, bukan hanya pada pemenuhan dokumen kebijakan.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Zudan menilai komitmen Pemerintah Kabupaten Pati sebagai bagian dari kesiapan daerah memasuki fase implementasi manajemen talenta secara konkret.
“Komitmen seperti yang ditunjukkan Pati ini penting. Artinya, daerah tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga siap mengubah cara kerja birokrasi,” ujarnya di hadapan Forkopimda dan seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. Kepala BKN sendiri hadir bersama Wakil Kepala BKN Suharmen, jajaran Deputi dan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkup BKN. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »