| Nama Eks Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan disebut oleh vendor Chromebook saat bersaksi di sidang kasus dugaan korupsi Nadiem Makarim. |
Saksi mengaku bahwa pihaknya pernah rapat bersama dengan Luhur Binsar dan Nadiem Makarim serta Eks Menperin, Agus Gumiwang.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerinah (LKPP) periode 2019-2022, Roni Dwi Susanto.
Roni hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook pada Senin (9/2/2026).
Ia bersaksi bahwa sejumlah produsen laptop Chromebook pernah ikut rapat virtual.
Dia antaranya dengan eks Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, eks Mendikbudristek Nadiem Makarim, hingga eks Menperin Agus Gumiwang.
Roni juga merupakan peserta dalam rapat dan konferensi pers membahas soal Chromebook.
“Saya, Pak Nadiem, Pak Agus, Pak Luhut dan satu lagi saya tidak kenal. Dan itu dalam rangka konpers untuk percepatan tingkat produksi dalam negeri dalam rangka (membahas program) Laptop Merah Putih. Karena hasil kajian LKPP 17 triliun itu 99 persen lari ke impor,” ujar Roni.
Roni mengaku tidak tahu siapa pihak swasta yang hadir dalam rapat virtual tersebut.
Jaksa pun menyebutkan sejumlah nama pengusaha atau perusahaan swasta yang ikut hadir.
Salah satunya, Timothy Siddik dari PT Zyrexindo Mandiri Buana.
Roni lantas mengungkap, ia tak tahu alasan diundangnya pihak swasta dalam rapat itu.
Pasalnya, rapat itu dikoordinasikan oleh Kemenko Marves.
Roni mengatakan, percepatan ini merupakan kepentingan pemerintah untuk menekan angka impor dan bocornya pendapatan.
“Karena data itu menunjukkan bapak jaksa, 99,2 persen itu produk impor,” katanya.
Dalam kasus ini, eks Mendikbudristek Nadiem Makarim bersama tiga terdakwa lainnya disebut telah menyebabkan kerugian keuangan negara senilai Rp 2,1 triliun. (*)
Sumber: Tribun
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »