Setelah Tiga Tahun, Revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto Dimulai

Setelah Tiga Tahun, Revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto Dimulai
Proses revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Ombilin di Kota Sawahlunto resmi dimulai. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Proses revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Ombilin di Kota Sawahlunto resmi dimulai, setelah lebih dari tiga tahun bangunan bersejarah itu terbakar hebat pada Kamis, 3 November 2022, sekitar pukul 10.30 WIB. Kebakaran yang terjadi saat perhelatan Festival Durian tersebut diduga dipicu korsleting listrik di bagian atap gedung.

Revitalisasi GPK Ombilin (SPPH 664-1) dilaksanakan dengan nilai kontrak sebesar Rp22,5 miliar. Pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 180 hari kalender, terhitung sejak 13 Februari 2026 hingga 12 Agustus 2026, dengan masa pemeliharaan selama 90 hari.

General Manager PT Bukit Asam Tbk Unit Pertambangan Ombilin, Yulfaizon, menyampaikan bahwa pekerjaan revitalisasi dilaksanakan oleh PT Guna Cipta Kreasi sebagai kontraktor pelaksana. Sementara itu, manajemen konstruksi dan pengawasan proyek ditangani oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

“Revitalisasi ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian bangunan bersejarah sekaligus memperkuat fungsi Gedung Pusat Kebudayaan sebagai ruang publik dan pusat kegiatan seni budaya di Sawahlunto,” ujar Yulfaizon.

Kegiatan dimulainya revitalisasi turut disaksikan oleh Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, bersama jajaran Pemerintah Kota Sawahlunto. Dalam sambutannya, Jeffry menegaskan bahwa pemugaran gedung ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan upaya mengembalikan nilai historis bangunan yang dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda.

“Revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah yang melekat pada bangunan tersebut. Ke depan, gedung ini diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan seni dan budaya yang diselenggarakan pemerintah maupun komunitas,” kata Jeffry.

Ia menambahkan, keberadaan GPK Ombilin memiliki arti penting sebagai bagian dari identitas kota sekaligus daya tarik bagi pelaku dan penikmat kebudayaan yang berkunjung ke Sawahlunto.

Pemerintah Kota Sawahlunto berharap proses revitalisasi berjalan sesuai jadwal dan standar teknis yang ditetapkan, sehingga Gedung Pusat Kebudayaan Ombilin dapat kembali difungsikan sebagai pusat kegiatan kebudayaan yang representatif, sekaligus menjadi simbol kebanggaan kota warisan dunia tersebut. (*)

Pewarta: Marjafri

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »