| Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa empat kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) mengangkut komoditas vital untuk kebutuhan dalam negeri. |
Sebanyak empat kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dilaporkan tertahan di kawasan perairan Iran, tepatnya di sekitar Selat Hormuz.
Meski membawa muatan minyak mentah yang krusial, Pemerintah Indonesia mengklaim situasi tetap terkendali.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa kapal-kapal tersebut mengangkut komoditas vital untuk kebutuhan dalam negeri.
Saat ini, otoritas terkait sedang mengupayakan jalur diplomasi agar aset negara tersebut bisa segera melanjutkan pelayaran.
"Isinya minyak mentah. Ada dua kargo yang terdampak, tapi proses negosiasi sedang berjalan. Insya Allah segera selesai, mohon doanya saja," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, seperti dikutip dari investor.id, Rabu (11/3/2026).
Kabar tertahannya aset PIS ini menyusul ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran.
Dari empat kapal yang terdeteksi berada di zona merah, dua tanker terpantau berada tepat di dalam Selat Hormuz, titik nadi distribusi minyak dunia yang sangat sensitif. Sementara dua lainnya berada di area luar.
VP Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan prioritas utama perusahaan saat ini adalah keselamatan kru kapal.
Pihaknya terus menjalin komunikasi intens dengan Kementerian Luar Negeri untuk memantau posisi awak dan fisik kapal Pertamina secara real-time.
"Kami pastikan seluruh awak kapal dan aset dalam kondisi baik. Pemantauan dilakukan sangat ketat mengingat dinamika di lapangan yang sangat cair," kata Baron.
Terkait kekhawatiran kelangkaan bahan bakar di dalam negeri, Pertamina meminta masyarakat tidak panik.
Meskipun Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah dengan porsi mencapai 19 persen, stok nasional diklaim masih dalam batas aman.
Manajemen pelat merah ini telah menyiapkan strategi mitigasi untuk mengalihkan sumber pasokan jika gangguan di Selat Hormuz berlanjut dalam jangka panjang.
Langkah ini diambil guna menjamin agar distribusi BBM ke seluruh pelosok tanah air tidak terganggu oleh guncangan politik di kancah global. (*)
Sumber: Jatimnow.com
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »