| Penutupan sekaligus penyerahan hadiah sesaat menjelang berbuka bersama yang dihadiri Wakil Walikota Pariaman Mulyadi. |
Penutupan sekaligus penyerahan hadiah sesaat menjelang berbuka bersama yang dihadiri Wakil Walikota Pariaman Mulyadi.
Pesantren Ramadhan dimulai 23 Februari 2026 lalu, tingkat Sekolah Dasar (SD) diikuti siswa kelas 4, 5, dan 6 (jenjang kelas tinggi) dan SMP kelas 7, 8 dan 9.
Pesantren Ramadhan dimulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB untuk SD dan pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, dilanjutkan sholat Dzuhur berjamaah untuk SMP.
Wali Kota Pariaman Yota Balad usai shalat Magrib berjamaah kepada wartawan menyebutkan, pesantren Ramadhan ini diharapkan semakin meningkatkan pemahaman ajaran dan nilai-nilai agama Islam kepada siswa Kota Pariaman.
“Mudah-mudahan siswa-siswi di Kota Pariaman bisa membentengi dirinya dari perbuatan yang dilarang agama, jauh dari perbuatan maksiat. Pesantren Ramadhan untuk mendukung program unggulan Balad-Mulyadi Pariaman RISALAH (Beriman, Saleh dan Berahlak).,” kata Yota Balad.
Yota Balad juga menyebutkan, Pemko Pariaman memberikan santunan kepada 400 orang anak yatim di Kota Pariaman yang berasal dari sumbangan seluruh ASN Pemko Pariaman.
Ini diberikan ASN Pariaman sebagai tanggung jawab sebagai umat Islam untuk memperhatikan anak yatim.
Sedangkan sebagai warga negara, juga menjalankan amanat UUD 1945 bahwa anak yatim dipelihara negara.
Inilah bentuk tanggung jawab kita kepada anak yatim. Tahun ini berjumlah 400 orang, mudah-mudahan tahun depan bisa meningkat hingga 1.000 orang.
“Penyerahannya dilaksanakan pada Senin (18/3/2026) mendatang di halaman Balai Kota Pariaman. Meski sudah WFH (work from home, bekerja dari rumah), paginya diminta apel sembari menyerahkan santunan tersebut kepada anak yatim,” kata Yota Balad.
Untuk menyambut perantau-perantau pulang kampung, pulang basamo, Pemko Pariaman sudah menyiapkan posko-posko. Bekerja sama dengan Polres Pariaman, TNI, Dinas Perhubungan Kota Pariaman serta Dinas Kesehatan.
Di mana di posko tersebut, perantau silakan mampir, kita siap mendukung kedatangannya ke kampung halaman.
Bagi perantau yang hanya melewati Pariaman dapat beristirahat di posko tersebut.
Menurut Yota Balad, bagi Pariaman sendiri menggelar Pariaman Barayo dengan menghidupkan kembali permain-permainan local, permainan kuno, permainan jadul.
Supaya para perantau bisa diingatkan kembali pada masa-masa kecil beliau.
Juga disampaikan kepada setiap desa, buat halal bi halal supaya masyarakat perantau bisa berkomunikasi dan bersilaturrahmi dengan warga di desanya masing-masing.
Pelayanan publik sesuai hari kerja. Jika lebaran Sabtu, berarti pelayanan Sabtu dan Minggu tutup. Tapi Senin dibuka lagi.
Tetapi pelayanan kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit pelayanan dasarnya tetap buka dengan petugas dibagi.
Persiapan Pariaman Barayo sudah 100 persen. Tinggal pelaksanaannya.
Target pengunjung tahun ini mencapai 200.000 orang. Kita maksimalkan hingga 10 hari, mudah-mudahan pengunjungnya bisa mencapai 300 hingga 400 ribu.
Kemudian menyambut Idul Fitri, tahun ini Pemko Pariaman membuat Festival Takbir Keliling.
Masing-masing kecamatan mengirimkan peserta untuk mengikuti takbiran sehingga lebih semarak.
Peserta yang terbaik dari penilaian Pemko Pariaman diberikan apresiasi hadiah.
Selama takbiran keliling itu hanya banyak dipenuhi mobil tanpa ada kegiatan, terlihat sunyi. Sekarang diadakan festival.
Dengan penilaian yang terbaik, masyarakat juga senang melihat mana yang lebih baik dan menarik penampilan dari peserta takbirannya.
Ini pertama digelar Pemko Pariaman yang melibatkan anak-anak, remaja dan dewasa. (at)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »