“Tanggapi Keluhan Pedagang Pasar Silo, Wali Kota Sawahlunto Siapkan Opsi Dagang Sementara”

Sawahlunto Kota
Langkah tersebut disampaikan dalam pertemuan antara pemerintah daerah dan para pedagang Pasar Silo yang digelar setelah sebelumnya sempat tertunda, Kamis 21 mei 2026. (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Sawahlunto menyiapkan sejumlah opsi sementara bagi pedagang Pasar Silo untuk kembali berdagang di beberapa titik tertentu di pusat kota sebagai bagian dari upaya mengakomodasi aspirasi pedagang sekaligus menjaga perputaran ekonomi pelaku UMKM selama proses penataan kawasan masih berlangsung.

Langkah tersebut disampaikan dalam pertemuan antara pemerintah daerah dan para pedagang Pasar Silo yang digelar setelah sebelumnya sempat tertunda, Kamis 21 mei 2026.

Dalam forum itu, para pedagang menyampaikan berbagai kondisi yang masih dihadapi di kawasan relokasi, mulai dari penurunan jumlah pembeli, fasilitas pendukung yang belum optimal, hingga persoalan genangan air saat hujan deras turun.

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, mengatakan pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan anggaran penataan kawasan sejak 2025. Namun realisasi penataan disebut masih terkendala proses pinjam pakai lahan.

“Untuk penataan, sejak 2025 pemerintah kota sebenarnya sudah menyiapkan anggaran. Namun masih terkendala proses pinjam pakai lahan,” ujar Riyanda.

Pemerintah daerah juga telah mengajukan proposal program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kepada PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sekitar tiga minggu lalu. Saat ini, proposal tersebut disebut masih berada dalam tahapan proses.

“Informasi yang kami dapatkan, minggu depan akan ada peninjauan lapangan dari tim CSR PTBA,” katanya.

Kondisi Pasar Silo sendiri masih menjadi perhatian utama pedagang. Meski drainase utama atau selokan besar telah dibangun, sejumlah titik masih belum tertangani sepenuhnya sehingga air limpasan dari kawasan sekitar, termasuk dari arah Arena Panjat Tebing, masih masuk ke area pasar ketika hujan deras turun.

Akibatnya, sebagian kawasan pasar masih kerap tergenang dan mengganggu aktivitas perdagangan. Selain persoalan drainase, pedagang juga menyoroti fasilitas lain seperti lampu penerangan, akses internet, hingga kondisi jalan masuk pasar.

Riyanda menegaskan pemerintah terus berupaya melakukan pembenahan secara bertahap demi meningkatkan kenyamanan kawasan pasar.

Beberapa upaya yang disebut telah dilakukan pemerintah di antaranya perbaikan WC umum, pengecoran akses jalan masuk pasar, Penguatan akses Wifi serta pembangunan drainase tambahan di kawasan relokasi.

Di tengah proses penataan yang masih berjalan, pemerintah menawarkan opsi sementara berupa aktivitas berdagang terbatas di sejumlah titik kota dengan pengaturan lokasi dan waktu operasional tertentu.

“Ini hanya opsi sementara, menimbang kondisi Pasar Silo yang masih dalam proses penataan demi kenyamanan pedagang dan menjaga perputaran roda ekonomi pelaku UMKM,” kata Riyanda.

Beberapa titik yang disiapkan antara lain kawasan terminal, depan KONI, dan Lapangan Segitiga (Lapseg). Aktivitas perdagangan nantinya akan dibagi berdasarkan waktu operasional, seperti pagi hari di kawasan terminal dan malam hari di Lapseg dan Depan Sekretariat KONI.

Namun pemerintah menegaskan para pedagang tetap harus menjaga ketertiban dan kebersihan kawasan. Pedagang juga diminta tidak meninggalkan gerobak maupun perlengkapan dagang di lokasi usai beraktivitas.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Sawahlunto, Tatang Sumarna, menyebut sebanyak 64 pedagang telah tercatat untuk diusulkan sebagai penerima bantuan dari BAZNAS Pusat.

Tatang juga mengatakan pihaknya terus melakukan komunikasi intensif dengan PTBA terkait rencana peninjauan lapangan oleh tim perusahaan yang dijadwalkan berlangsung pada awal Juni mendatang.

Di akhir pertemuan, Riyanda menegaskan seluruh keputusan yang diambil nantinya akan mempertimbangkan aspirasi bersama para pedagang. Pemerintah juga akan melakukan pendataan terhadap pedagang yang ingin kembali berdagang di lokasi lama maupun yang memilih tetap bertahan di kawasan Pasar Silo.

“Jangan sampai muncul kecemburuan sosial antara pedagang yang pindah dan yang tetap bertahan,” pesan Riyanda. (*) 

Pewarta: Marjafri

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »