| Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran dipasangi Kain Ulos sebagai simbol penghargaan dari jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). (Foto: Tommy). |
Perayaan Jubileum ke-75 HKBP Padang mengusung tema “Diperbaharui Menjadi Berkat dalam Penyertaan Tuhan”.
Selain Wako, hadir pada kesempatan itu Kepala Departemen Diakonia HKBP Pdt. Eldarton Simbolon, Praeses HKBP Distrik I Tabagsel-Sumbar Pdt. Jahor Purba, Pendeta Resort HKBP Padang Pdt. Daniel Marpaung, Ketua Panitia Hengki Cobra, serta ratusan jemaat HKBP Padang.
Wako Fadly Amran menegaskan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama dan keberagaman sebagai fondasi membangun Kota Padang yang maju, harmonis, dan sejahtera.
“Padang adalah kota rantau yang penuh keberagaman dan tempat masyarakat hidup berdampingan secara harmonis sejak dulu. Keberagaman ini harus terus dijaga sebagai kekuatan untuk membangun kejayaan Kota Padang," katanya.
Menurutnya, semangat kerukunan sejalan dengan visi Kota Padang sebagai kota pintar dan kota sehat yang berlandaskan agama dan budaya menuju kota maju dan sejahtera.
Ia menyebut Kota Padang sejak dahulu merupakan kota majemuk yang tumbuh dari keberagaman budaya dan masyarakat perantau. Ia menilai toleransi dan kebersamaan harus terus dijaga sebagai kekuatan untuk membangun kejayaan Kota Padang.
Wako Fadly Amran juga mengapresiasi kontribusi HKBP Padang selama 75 tahun dalam pembinaan iman, pendidikan, kegiatan sosial, dan penguatan kehidupan masyarakat.
“Semoga di usia ke-75 tahun, HKBP Padang terus menjadi perekat kerukunan, membawa manfaat bagi masyarakat, serta berkontribusi dalam pembangunan Kota Padang," cakapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran dipasangi Kain Ulos sebagai simbol penghargaan dari jemaat HKBP.
Sementara itu, Kepala Departemen Diakonia HKBP, Eldarton Simbolon, menyebut kehadiran Wali Kota Padang menjadi simbol kuat toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang.
Eldarton menjelaskan HKBP berkembang bersama masyarakat Batak perantau di berbagai daerah, termasuk Kota Padang, dengan jumlah jemaat sekitar 6,5 juta dan 3.800 gereja di Indonesia maupun luar negeri.
“Orang Batak dan orang Minang sama-sama memiliki budaya merantau. Karena itu, kita berharap bisa terus bersama-sama berkontribusi untuk kejayaan Kota Padang," ungkapnya.
Ia menilai budaya merantau masyarakat Batak dan Minang menjadi modal kebersamaan untuk terus berkontribusi bagi kejayaan Kota Padang.
Pendeta Resort HKBP Padang, Daniel Marpaung, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Padang terhadap jemaat HKBP serta berharap hubungan harmonis lintas agama terus terjaga. (By/Tommy)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »