| Ketua DPRD Kota Padang Ustad Muharlion, S. Pd., mengungkap peristiwa heroik pasukan Berbangso Taji dari Pauh dan Koto Tangah. (Foto: Ist). |
"Hari jadi Kota Padang sejak 357 tahun yang lalu, kita peringati atas terjadinya peristiwa heroik, masyarakat waktu itu membuktikan bahwa merekalah pribumi, tuan rumah dan pemilik sah negeri ini," ungkapnya.
Menurutnya, peristiwa itu ditandai dengan penyerbuan, pembakaran loji-loji, gudang, dan benteng belanda yang dilakukan dengan keberanian dan tekad yang kuat melawan penjajah.
Dijelaskanny, penyerbuan pertama dilakukan tanggal 7 Agustus tahun 1669 dimana Pasukan Berbangso Taji dari Pauh, Koto Tangah dengan dukungan penuh masyarakat melakukan penyerangan ke loji-loji belanda, penyerangan ini mengakibatkan jatuh korban dari kedua belah pihak, dan mendatangkan kerugian sangat besar bagi pemerintah belanda, sedangkan penyerbuan kedua dilakukan pada tahun 1680.
"Momen penyerangan pertama tanggal 7 Agustus 1669 kemudian kita peringati sebagai hari jadi kota padang, sembari mengenang kembali nilai-nilai moral dan nilai-nilai keberanian yang dipersembahkan secara tulus oleh tokoh-tokoh yang berjasa dalam mendirikan dan membangun kota yang kita cintai ini," tuturnya.
"Apa yang telah diperbuat pendahulu kita haruslah memberikan tantangan dan menjadi motivasi bagi kita untuk memberikan yang terbaik bagi kota ini. hari ini mungkin pendahulu kita tidak sempat melihat dan menikmati keindahan kota padang saat ini," lanjutnya.
Gerakan Segala Potensi
Dikatakannya, Kota Padang merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Barat, dalam masa pemerintah Walikota dan Wakil Walikota H. Fadly Amran dan Maigus Nasir, yang mempunyai visi yaitu menggerakkan segala potensi untuk mewujudkan kota pintar (smart city) dan kota sehat, berlandaskan agama dan budaya menuju kota yang maju dan sejahtera.
"Pemerintah Kota Padang dengan delapan misi dan sembilan program unggulan akan mencoba mencapai prestasi diberbagai sektor kehidupan bermasyarakat, semuanya adalah untuk mewujudkam warga Kota Padang yang merasakan kehidupan yang nyaman sejahtera dan berbudaya tinggi dan bermartabat," tegasnya.
Menurutnya, dalam penyelenggaraan pembangunan kota, Pemerintahan Kota Padang yaitu DPRD dan pemerintah kota sepakat untuk bersama bahu membahu antara pemerintahan daerah dan seluruh komponen masyarakat untuk mengatasi semua kesulitan, hambatan, dan keterbatasan.
“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing." Untuk tema hari jadi Kota Padang tahun 2026 ini adalah : “taste of padang experince road to gastronomy city’’
(rasa yang mengikat warisan yang menghidupkan). Hal ini sejalan dengan falsafah kita, adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah," urainya. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »