| Kedatangan tim uji petik disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bersama jajaran OPD terkait dan perwakilan pelaku usaha, di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang. (Foto: Diskominfo). |
Tim uji petik terdiri atas Dannu Idris dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Eduardo Edwin Ramda dari Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), serta M. S. Prasetyo dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, dan Satrio dari PT Surveyor Indonesia.
Kedatangan tim tersebut disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bersama jajaran OPD terkait dan perwakilan pelaku usaha, di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang.
Maigus Nasir menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Padang menjadikan kemudahan berusaha dan investasi sebagai bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh perangkat daerah diperlukan agar investasi dapat tumbuh dengan dukungan pelayanan yang cepat dan pasti.
“Kami tidak ingin penghargaan hanya menjadi tujuan. Yang paling penting, ini menjadi motivasi bagi kami untuk semakin terpacu memberikan pelayanan terbaik kepada siapa pun, terutama calon-calon investor yang masuk ke Kota Padang," katanya.
Maigus menambahkan, melalui Program Unggulan (Progul) Padang Melayani, Pemko Padang terus menyiapkan berbagai potensi daerah untuk menarik investasi, mulai dari pengembangan kawasan wisata, revitalisasi pasar dan UMKM, hingga optimalisasi potensi Teluk Bayur. Dukungan digitalisasi pelayanan juga diarahkan untuk mempermudah akses masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan pemerintah.
“Konsep kita adalah sinergi dan kolaborasi untuk investasi. Kita ingin Padang menjadi kota yang terbuka bagi dunia, sehingga potensi yang kita miliki bisa dikembangkan dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat," cakapnya.
Lebih lanjut, Maigus berharap hasil uji petik memperkuat posisi Padang sebagai daerah dengan pelayanan perizinan dan fasilitasi investasi terbaik.
“Kata Pak Wali, yang juara itu cuma satu yaitu nomor satu. Mudah-mudahan Padang mendapat hadiah menjadi kota terbaik di Indonesia dari segi pelayanan dan fasilitasi terhadap investasi," ujarnya.
Sementara itu, Eduardo Edwin Ramda, mewakili tim uji petik mengatakan Kota Padang sebelumnya telah melalui penilaian mandiri, verifikasi dan validasi lapangan, hingga penetapan nominasi. Berdasarkan rangkaian penilaian tersebut, Padang memperoleh hasil sangat baik dan berhasil masuk enam besar dari sekitar 500 lebih kabupaten/kota di Indonesia.
“Setelah uji pemaparan pekan lalu, hari ini kita lanjutkan dengan uji petik. Harapannya, kegiatan ini dapat menggambarkan implementasi dan percepatan pelayanan perizinan berusaha di daerah," terangnya.
Eduardo menjelaskan bahwa penilaian mengacu pada Peraturan Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 2 Tahun 2022 serta petunjuk teknis dalam Keputusan Menteri Investasi/Kepala BKPM Nomor 134 Tahun 2023. Salah satu aspek utama yang dinilai ialah komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan kemudahan perizinan berusaha berbasis risiko sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.
“Masuknya Kota Padang sebagai nomine menunjukkan komitmen Pemko Padang dalam meningkatkan kualitas layanan perizinan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kami berharap Padang mampu menunjukkan kinerja terbaik dan meraih predikat best of the best melalui pelayanan yang mudah, cepat, transparan, serta mendukung percepatan investasi," urainya. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »