15.192 Kasus TBC Belum Ditemukan, Mahyeldi Gebrak Sumbar: Jangan Tunggu Pasien Datang!

15.192 Kasus TBC Belum Ditemukan, Mahyeldi Gebrak Sumbar: Jangan Tunggu Pasien Datang!
Mahyeldi saat menghadiri Konferensi Kerja (Kongker) Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) ke-XVIII di The ZHM Premiere Hotel Padang, Jumat (18/9/2026). (Foto: Budi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Angka kasus tuberkulosis (TBC) di Sumatera Barat menjadi alarm serius. Dari estimasi 24.525 kasus TBC pada 2026, baru sekitar 9.330 kasus atau 38 persen yang ditemukan dan mendapatkan pengobatan. Artinya, sekitar 15.192 kasus lainnya masih menjadi pekerjaan besar yang harus ditemukan dan ditangani.

Kondisi tersebut mendorong Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meminta seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat bergerak lebih agresif. Ia menegaskan, strategi penanggulangan TBC tidak boleh lagi hanya mengandalkan pasien yang datang sendiri ke fasilitas kesehatan.

“Kita tidak boleh hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Kita harus semakin aktif menemukan kasus di tengah-tengah masyarakat,” tegas Mahyeldi saat menghadiri Konferensi Kerja (Kongker) Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) ke-XVIII di The ZHM Premiere Hotel Padang, Jumat (18/9/2026).

Menurut Mahyeldi, TBC bukan hanya persoalan medis yang menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Penyakit ini berkaitan erat dengan aspek kemanusiaan, sosial, ekonomi, hingga pembangunan sehingga membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, serta masyarakat secara bersamaan.

“Penanggulangan TBC tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan. Kita membutuhkan gerakan bersama seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.

Untuk mempercepat penanggulangan, Pemprov Sumbar telah membentuk tim percepatan penanggulangan TBC, menyusun Rencana Aksi Daerah, serta menerbitkan Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Kebijakan tersebut juga telah diintegrasikan ke dalam RPJMD Provinsi Sumatera Barat.

Mahyeldi menekankan, pekerjaan rumah terbesar saat ini adalah mempercepat penemuan kasus. Pemerintah didorong melakukan screening, investigasi kontak, diagnosis secara cepat dan tepat, pengobatan hingga tuntas, serta pemberian terapi pencegahan TBC untuk memutus rantai penularan.

Gerakan berbasis masyarakat pun menjadi salah satu strategi yang didorong Pemprov Sumbar. Melalui Nagari, Desa, dan Kelurahan Siaga TBC, upaya mendeteksi gejala dan menemukan kasus diharapkan semakin dekat dengan masyarakat.

Namun, cakupannya masih terbatas. Berdasarkan data per 19 Juli 2026, baru 264 desa/kelurahan Siaga TBC yang terbentuk dari total 1.287 desa/kelurahan di Sumbar. Angka tersebut baru mencapai sekitar 20,5 persen.

“Bagi kita, 20,5 persen belum cukup. Target kita harus jauh lebih besar,” kata Mahyeldi.

Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota mempercepat pembentukan sekaligus memastikan Nagari, Desa, dan Kelurahan Siaga TBC tidak berhenti sebagai struktur administratif. Kader di tingkat masyarakat harus mampu mengenali gejala TBC, memberikan edukasi, mendampingi keluarga pasien, mendorong pemeriksaan kontak serumah, serta membantu memastikan pasien menjalani pengobatan sampai sembuh.

Mahyeldi juga mengapresiasi Kongker PDPI ke-XVIII yang mengusung tema “Expanding Horizons in Every Breath”. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi organisasi profesi, pemerintah, fasilitas kesehatan, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadapi tantangan kesehatan respirasi, terutama TBC.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Dr. Benjamin Paulus Octavianus menyebut penanggulangan TBC menjadi salah satu agenda penting pemerintah. Secara nasional, capaian notifikasi kasus TBC meningkat dari 48 persen pada 2020 menjadi sekitar 80 persen pada 2025. Khusus Sumbar, capaian notifikasi berada di kisaran 62 persen sehingga penguatan penemuan dan penanganan kasus masih diperlukan. (adpsb/rmz/bud)


Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »