![]() |
| Salah seorang pengunjung berpose di Batu Malin Kundang |
BentengSumbar.com --- Salah satu objek wisata yang kerap dikunjungi wisatawan yang berlibur ke Ranah Bingkuang adalah objek wisata Pantai Air Manis. Selain disuguhi pemandangan pantai yang indah dan elok, pengunjung juga dapat melihat Batu Malin Kundang besarta legendanya.
Namun apa lacur, sebagian wisatawan yang berkunjung ke objek wisata kebanggaan Kota Padang ini acap kali mengalami kekecewaan dengan pelayanan yang mereka terima. Bahkan sebagian pengunjung tak diberi karcis masuk sebagaimana mestinya.
"Saya heran, kok saya masuk tak dikasih karcis, saya kan juga bayar uang masuk sesuai ketentuan sebagaimana pengunjung lainnya. Kok mereka dikasih karcis, saya tidak," ungkap Vera, salah seorang pengunjung objek wisata tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Dian Fakri, ketika dikonfirmasi mengakui, memang sebagian pengunjung tidak diberi karcis masuk. Itu disebabkan karena tanah Pemko disana hanya sedikit (5 Ha) dan selebihnya merupakan tanah ulayat masyarakat, termasuk lokasi Batu Malin Kundang.
"Itu betul, terkait retribusi dalam bentuk karcis masuk. Karena tanah Pemko disana hanya sedikit (5 Ha). Selain itu yang luas adalah tanah ulayat masyarakat di situ, termasuk lokasi Batu Malin Kundang. Sehingga ada pembagian dari uang masuk tersebut, tidak semuanya diberi karcis. Jika diberi karcis maka wajib masuk kas semua. Itu kesepakatan selama ini," ujarnya.
Dian mengaku belum mendalami persoalan tersebut. Baginya yang penting adalah pengelola harus dapat menyetor sesuai target yang tertulis pada ABPD, yaitu sebesar Rp115 juta. Saat serah terima jabatan sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dari Deno kepadanya, target itu telah terkumpul sekitar 43 persen.
"Saya belum mendalaminya benar, yang penting bagi saya sekarang, pengelola harus dapat menyetor sesuai target yang tertulis pada APBD, yaitu Rp 115 juta, yang saat serah terima tanggal 1 Juli kemaren baru tercapai 43%· Saya belum mempersoalkan benar ada yang masuk tanpa karcis, tapi kalau tak tercapai komitmen target APBD nanti kita tinjau cara penyetoran, apakah sistem kontrak setoran per bulan seperti Dishub dengan petugas parkir. Kita tak persoalkan lagi diberi karcis atau tidak. Sabar ya, saya urus," ujarnya. (BY)
Namun apa lacur, sebagian wisatawan yang berkunjung ke objek wisata kebanggaan Kota Padang ini acap kali mengalami kekecewaan dengan pelayanan yang mereka terima. Bahkan sebagian pengunjung tak diberi karcis masuk sebagaimana mestinya.
"Saya heran, kok saya masuk tak dikasih karcis, saya kan juga bayar uang masuk sesuai ketentuan sebagaimana pengunjung lainnya. Kok mereka dikasih karcis, saya tidak," ungkap Vera, salah seorang pengunjung objek wisata tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Dian Fakri, ketika dikonfirmasi mengakui, memang sebagian pengunjung tidak diberi karcis masuk. Itu disebabkan karena tanah Pemko disana hanya sedikit (5 Ha) dan selebihnya merupakan tanah ulayat masyarakat, termasuk lokasi Batu Malin Kundang.
"Itu betul, terkait retribusi dalam bentuk karcis masuk. Karena tanah Pemko disana hanya sedikit (5 Ha). Selain itu yang luas adalah tanah ulayat masyarakat di situ, termasuk lokasi Batu Malin Kundang. Sehingga ada pembagian dari uang masuk tersebut, tidak semuanya diberi karcis. Jika diberi karcis maka wajib masuk kas semua. Itu kesepakatan selama ini," ujarnya.
Dian mengaku belum mendalami persoalan tersebut. Baginya yang penting adalah pengelola harus dapat menyetor sesuai target yang tertulis pada ABPD, yaitu sebesar Rp115 juta. Saat serah terima jabatan sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dari Deno kepadanya, target itu telah terkumpul sekitar 43 persen.
"Saya belum mendalaminya benar, yang penting bagi saya sekarang, pengelola harus dapat menyetor sesuai target yang tertulis pada APBD, yaitu Rp 115 juta, yang saat serah terima tanggal 1 Juli kemaren baru tercapai 43%· Saya belum mempersoalkan benar ada yang masuk tanpa karcis, tapi kalau tak tercapai komitmen target APBD nanti kita tinjau cara penyetoran, apakah sistem kontrak setoran per bulan seperti Dishub dengan petugas parkir. Kita tak persoalkan lagi diberi karcis atau tidak. Sabar ya, saya urus," ujarnya. (BY)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »
