HEADLINE
Catatan Muhibbullah Azfa Manik: Menulislah, Meski Kelak Anda Malu Membacanya    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Catatan Muhibbullah Azfa Manik: Menulislah, Meski Kelak Anda Malu Membacanya
Tetaplah menulis, meski tidak ada media yang bersedia memuatnya.

TETAPLAH
menulis, meski suatu hari Anda sendiri malu membacanya. Tetaplah menulis, meski tidak ada media yang bersedia memuatnya. Sebab menulis bukan soal siapa yang membaca hari ini, melainkan siapa diri Anda setelah bertahun-tahun berlatih dalam sunyi.

Inspirasi yang Terlalu Dimuliakan

Dunia terlalu sering merayakan inspirasi, seolah-olah karya besar lahir dari kilatan ilham yang datang tiba-tiba. Kita diajari menunggu suasana hati, menunggu pikiran jernih, menunggu waktu yang tepat. Padahal, dalam praktiknya, penantian itu lebih sering berakhir sebagai alasan paling sopan untuk berhenti menulis.

Para penulis besar justru sepakat pada satu hal yang tidak romantis: menulis adalah kerja harian. Bukan wahyu. Bukan perasaan. Bukan momen sakral. Ia pekerjaan yang harus dijalani bahkan ketika tidak ada jaminan apa pun di ujungnya.

Disiplin yang Membosankan, Tapi Menyelamatkan

Haruki Murakami, novelis dunia yang karyanya diterjemahkan ke puluhan bahasa, tidur pukul sembilan malam dan bangun pukul empat pagi. Setiap hari. Ia menulis empat hingga lima jam, lalu berlari, berenang, membaca. Rutinitas itu ia ulang berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Tidak ada cerita tentang menunggu mood. Yang ada hanyalah disiplin yang membosankan—dan justru karena itu menyelamatkan.

Murakami memahami bahwa kreativitas tidak tumbuh dari kebebasan tanpa batas, melainkan dari struktur yang dipatuhi dengan keras kepala.

Menulis Seperti Pegawai Kantoran

Stephen King bahkan lebih blak-blakan. Ia menulis setiap hari dengan target dua ribu kata. Tidak peduli hasilnya bagus atau buruk. Baginya, menulis adalah pekerjaan kantor. Duduk, bekerja, pulang. King tahu sesuatu yang sering kita hindari: tulisan yang baik lahir dari tumpukan tulisan yang buruk. Tidak ada jalan pintas melewati fase memalukan itu.
Inspirasi, dalam dunia King, hanyalah efek samping dari kerja rutin—bukan prasyaratnya.

Mengusir Kenyamanan dengan Sengaja

Maya Angelou memilih jalan yang ekstrem. Ia tidak pernah menulis di rumah. Ia menyewa kamar hotel murah, tanpa dekorasi, tanpa televisi. Ia datang pagi, pulang siang. Ruang itu ia ciptakan bukan untuk kenyamanan, melainkan untuk memaksa diri. Di sana, tidak ada pilihan lain selain menulis.

Angelou tahu, kenyamanan adalah musuh paling halus bagi kerja kreatif. Ia tidak melarang menulis—ia menidurkannya perlahan.

Ruang yang Tidak Romantis

J.K. Rowling menulis di kafe, bukan karena estetik, melainkan karena rumah terlalu penuh gangguan. Ia menghindari distraksi, bukan mengejar suasana ideal. Harry Potter lahir bukan dari ruang yang tenang, tetapi dari keputusan sadar untuk fokus di tengah kebisingan.
Di titik ini, jelas bahwa karya besar tidak menuntut kondisi sempurna. Ia menuntut keputusan yang tegas.

Berhenti Saat Masih Kuat

Ernest Hemingway menulis setiap pagi dan berhenti saat masih tahu apa yang akan ditulis besok. Ia sengaja menyisakan gagasan agar esok hari tidak memulai dari nol. Baginya, stamina menulis lebih penting daripada letupan emosi sesaat.

Hemingway paham, yang paling melelahkan dalam menulis bukan kata-kata, melainkan kehampaan ketika tidak tahu harus mulai dari mana.

Menulis sebagai Tanggung Jawab Moral

George Orwell tidak pernah memuja menulis sebagai pekerjaan menyenangkan. Ia menyebutnya melelahkan, menyiksa, dan penuh pergulatan. Namun ia tetap menulis—bahkan ketika sakit—karena baginya menulis adalah tanggung jawab moral. Berhenti menulis berarti membiarkan kebohongan tumbuh tanpa perlawanan.

Di tangan Orwell, disiplin menulis bukan soal produktivitas, melainkan soal keberpihakan.

Karya Besar Lahir dari Hidup yang Tidak Rapi

Leo Tolstoy menulis di tengah rumah tangga yang gaduh dan batin yang terus bergolak. Ia tidak menunggu hidupnya rapi. Justru melalui jadwal ketat dan pengulangan tanpa ampun, ia menundukkan kekacauan itu. War and Peace tidak lahir dari ketenangan, melainkan dari ketekunan yang panjang dan melelahkan.

Ini pengingat penting: hidup yang berantakan bukan alasan untuk berhenti berkarya.

Menulis di Antara Lelah dan Takut

Franz Kafka bekerja penuh waktu di kantor asuransi. Ia menulis larut malam, sering dalam kondisi lelah dan ragu. Ia bahkan ingin karyanya dibakar setelah wafat. Namun ia tetap menulis, karena tidak menulis terasa lebih menyakitkan.

Kafka mengajarkan bahwa keyakinan bukan syarat menulis. Ia justru sering datang belakangan—jika datang sama sekali.

Struktur untuk Menjaga Kewarasan

Virginia Woolf menulis setiap pagi di ruang yang sama, dengan ritme yang sama. Ia tahu pikirannya rapuh. Maka ia menciptakan struktur. Disiplin, baginya, bukan pengekangan, melainkan perlindungan.
Dalam dunia yang mudah bising, ritme adalah bentuk perlawanan.

Latihan Sunyi Bernama Menulis

Semua kisah ini mengarah ke satu kesimpulan yang tidak populer: menulis bukan untuk mengekspresikan diri, melainkan melatih diri. Dan latihan selalu menghasilkan keringat, bukan tepuk tangan.

Kita hidup di zaman yang terlalu cepat memberi penilaian. Tulisan diukur dari jumlah pembaca, jumlah likes, atau apakah ia dimuat media. Ketika tulisan ditolak, kita berhenti. Ketika tulisan terasa jelek, kita menyerah. Padahal, para penulis besar justru menulis dengan asumsi bahwa banyak dari tulisan mereka tidak akan dibaca siapa pun—dan itu tidak masalah.

Menulis Tanpa Janji Akan Dibaca

Tetaplah menulis, meski suatu hari Anda sendiri malu membacanya. Tetaplah menulis, meski tidak ada media yang bersedia memuatnya. Sebab menulis bukan soal siapa yang membaca hari ini, melainkan siapa diri Anda setelah bertahun-tahun berlatih dalam sunyi.
Karya besar tidak lahir dari kepercayaan diri yang berlebihan, melainkan dari ketekunan yang keras kepala. Dari orang-orang yang terus menulis bahkan ketika tidak ada jaminan apa pun.

Dan mungkin, di antara tumpukan tulisan yang Anda anggap gagal itu, suatu hari akan ada satu yang bertahan. Bukan karena ia sempurna, tetapi karena Anda tidak berhenti. (*)

Ketua KONI Sumatera Barat Ajak PWI–IKWI Bersinergi Sukseskan Porprov 2026    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Ketua KONI Sumatera Barat Ajak PWI–IKWI Bersinergi Sukseskan Porprov 2026
Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menghadiri pelantikan Pengurus PWI-IKWI Sumbar 2024–2029 di Auditorium Gubernuran, Selasa (3/2/2026). Dalam kesempatan ini, KONI mengajak insan pers bersinergi menyukseskan Porprov Sumbar melalui pemberitaan yang akurat dan edukatif. (ist)

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat, Hamdanus, mengajak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sumbar untuk bersinergi dalam menyukseskan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat.

Ajakan tersebut disampaikan Hamdanus saat menghadiri pelantikan Pengurus PWI–IKWI Sumbar periode 2024–2029 yang digelar di Auditorium Gubernuran Sumbar, Selasa (3/2/2026).

Menurut Hamdanus, pelantikan pengurus PWI–IKWI menjadi momentum penting setelah penantian panjang, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih kuat antara insan pers dan dunia olahraga di Sumatera Barat.

“Ini momentum yang sangat baik. Setelah cukup lama menanti, kini tidak ada lagi hambatan bagi PWI untuk menjalankan perannya, termasuk mendukung agenda besar daerah seperti Porprov,” ujarnya.

Ia menilai, peran jurnalis sangat strategis dalam menyampaikan informasi olahraga yang akurat, mendidik, dan berimbang kepada masyarakat, khususnya menjelang dan selama pelaksanaan Porprov Sumbar.

“Porprov bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi juga pembinaan atlet dan kebanggaan daerah. Di sinilah peran media sangat penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar, bukan dari sumber-sumber yang tidak jelas di media sosial,” kata Hamdanus.

Hamdanus juga mengapresiasi kontribusi jurnalis daerah yang selama ini konsisten mengawal berbagai isu pembangunan, termasuk olahraga, di Sumatera Barat.

“Kami berharap sinergi KONI Sumbar dengan PWI dan IKWI ke depan semakin kuat, agar Porprov Sumbar berjalan sukses dan prestasi olahraga daerah terus meningkat,” tutupnya.

Sementara itu, pengurus PWI Sumbar periode 2024–2029 resmi dilantik oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, sedangkan pengurus IKWI Sumbar dilantik oleh Ketua Umum IKWI Pusat Indah Kirana.

Pelantikan ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi wartawan setelah dinamika panjang di tingkat pusat maupun daerah. (*)

Sambut HPN dan Piala Dunia 2026, PWI Main Bola Bareng ANTARA, TVRI, dan RRI    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Sambut HPN dan Piala Dunia 2026, PWI Main Bola Bareng ANTARA, TVRI, dan RRI
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) terlibat dalam kegiatan “Kick-off Kolaborasi Media Massa Menuju Piala Dunia 2026” yang digelar di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Selasa, (3/2/2026) sore.

BENTENGSUMBAR.COM
- Menjelang puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) terlibat dalam kegiatan “Kick-off Kolaborasi Media Massa Menuju Piala Dunia 2026” yang digelar di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Selasa, (3/2/2026) sore.

Kegiatan ini ditandai dengan pertandingan persahabatan sepak bola yang melibatkan anggota PWI, ANTARA, TVRI, dan RRI.

Keterlibatan PWI dalam kegiatan ini menjadi bagian dari semangat kebersamaan insan pers lintas media, sekaligus penguatan kolaborasi media massa nasional. 

Selain menyambut Piala Dunia 2026, momentum ini juga sejalan dengan nilai-nilai yang diusung PWI menjelang HPN.

Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, mengatakan bahwa keikutsertaan PWI dalam Kick-off Kolaborasi Media Massa tersebut mencerminkan komitmen pers nasional untuk terus membangun sinergi dan solidaritas antar insan pers.

“Kami melihat kegiatan ini sebagai ruang kebersamaan. PWI terlibat untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antar media, sekaligus membangun suasana positif jelang HPN,” ujar Zulmansyah yang juga Ketua Panitia HPN 2026.

Menurut Zulmansyah, olahraga menjadi medium yang efektif untuk mempererat hubungan kerja antar wartawan dan lembaga media, karena mengedepankan nilai sportivitas, kebersamaan, dan saling menghormati.

Ia menambahkan, Piala Dunia merupakan peristiwa global yang menarik perhatian publik luas dan menjadi momentum penting bagi media dalam menjalankan fungsi informatif dan edukatif kepada masyarakat.

“Kolaborasi seperti ini penting agar media bisa berjalan seiring, saling melengkapi, dan menghadirkan informasi yang berkualitas. Menjelang HPN, semangat kebersamaan ini menjadi semakin relevan,” kata Zulmansyah.

PWI berharap keterlibatan dalam Kick-off Kolaborasi Media Massa Menuju Piala Dunia 2026 dapat memperkuat jejaring kerja sama antar media, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkokoh pers nasional yang profesional, solid, dan berorientasi pada kepentingan publik. (*)

Temui Dubes Suriah, Gubernur Mahyeldi Bahas Peluang Kerja Sama Pendidikan dan Sister City    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Temui Dubes Suriah, Gubernur Mahyeldi Bahas Peluang Kerja Sama Pendidikan dan Sister City
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menemui Duta Besar Republik Arab Suriah untuk Indonesia, H E Abdulmonem Annan di Kantor Kedutaan Besar Suriah, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama, khususnya di bidang pendidikan dan kemitraan antardaerah (sister city).

Dalam pertemuan itu, Gubernur Mahyeldi menyampaikan harapan agar kerja sama antara Provinsi Sumbar dan Pemerintah Republik Arab Suriah dapat dikembangkan melalui program pertukaran mahasiswa, kolaborasi pendidikan, serta penjajakan kerja sama antardaerah yang saling mendukung.

“Sumatera Barat terbuka untuk kerja sama di bidang pendidikan, termasuk pertukaran mahasiswa dan kunjungan akademik. 

Kami juga berharap ke depan dapat terjalin kerja sama antardaerah yang saling memberi manfaat,” ujar Mahyeldi.

Sementara itu, Duta Besar Republik Arab Suriah, H E Abdulmonem Annan menyampaikan komitmen negaranya untuk terus memperkuat hubungan diplomatik dengan Indonesia, termasuk melalui kerja sama pendidikan, peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Suriah, serta peluang kerja sama antarprovinsi.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan persahabatan serta membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan antara Sumbar dan Republik Arab Suriah. (adpsb/bud)

Gubernur Mahyeldi Serahkan Rekomendasi Seminar Wakaf Internasional kepada Menteri Agama RI    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Gubernur Mahyeldi Serahkan Rekomendasi Seminar Wakaf Internasional kepada Menteri Agama RI
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menyerahkan dokumen rekomendasi hasil Seminar Wakaf Internasional kepada Menteri Agama Republik Indonesia dalam sebuah pertemuan strategis di Ruang VIP Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Gubernur Mahyeldi menyampaikan rekomendasi yang diserahkannya merupakan rumusan gagasan dan pandangan strategis untuk mengoptimalkan peran wakaf serta dana umat untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Penyerahan rekomendasi ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk mendorong pengelolaan wakaf dan dana umat secara lebih produktif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Diketahui, Seminar Wakaf Internasional yang digelar Pemerintah Provinsi Sumbar pada 14–16 November 2025 lalu telah menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk mendorong penguatan dan pengelolaan potensi ekonomi syariah secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, potensi dana umat seperti zakat dan wakaf memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan apabila dikelola secara profesional dan berlandaskan prinsip tata kelola yang baik.

Menurut Gubernur, pertemuannya dengan Menteri Agama tersebut tidak hanya bermakna seremonial untuk penyerahan dokumen, tetapi juga sebagai momentum memperkuat sinergi antara Pemprov Sumbar dan Kementerian Agama dalam menyelaraskan langkah pengelolaan potensi ekonomi syariah.

Audiensi ini menjadi langkah penting dalam mendorong peralihan dari tataran konseptual menuju implementasi nyata pengelolaan ekonomi syariah di Sumbar, khususnya melalui optimalisasi wakaf dan dana umat sebagai bagian dari upaya pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mahyeldi didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri; Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardiato dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumbar, Mustafa beserta jajaran. (adpsb/bud)

Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi Ditargetkan Tuntas dan Beroperasi Tahun 2031    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi Ditargetkan Tuntas dan Beroperasi Tahun 2031
Rapat lanjutan percepatan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi.

BENTENGSUMBAR.COM
- Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi dapat tuntas dan beroperasi pada tahun 2031. Target tersebut dapat dicapai sepanjang seluruh tahapan perencanaan dan pembangunan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan sejak awal.

Hal itu ditegaskan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (Dirjen PI) Kementerian Pekerjaan Umum, Ir. Rachman Arief Dienaputra, M.Eng, dalam rapat lanjutan percepatan pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya, di Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (3/2/2026). “Pengoperasian ruas ini dimungkinkan pada 2031. Namun demikian, terdapat peluang percepatan menjadi 2029 sepanjang dukungan teknis, pendanaan, dan koordinasi lintas sektor dapat berjalan optimal sejak tahap awal,” tegas Rachman Arief Dienaputra.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa total kebutuhan investasi pembangunan Jalan Tol Seksi Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi diperkirakan mencapai Rp25,23 triliun. Pembangunan ruas tol tersebut akan dilaksanakan oleh PT Hutama Karya melalui skema penugasan. Rapat lanjutan ini membahas sejumlah tahapan teknis yang telah dan akan dilaksanakan, termasuk survei topografi, survei geoteknik serta penyusunan rekomendasi teknis sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap percepatan pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi sebagai bagian dari proyek strategis nasional yang sangat dibutuhkan daerah.

Menurut Mahyeldi, keberadaan jalan tol tersebut akan menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, sekaligus mengurangi risiko gangguan lalu lintas pada jalur nasional Padang–Bukittinggi yang selama ini rawan terdampak bencana banjir dan longsor. “Kami menyambut baik target dan komitmen pemerintah pusat dalam pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi. Infrastruktur ini sangat penting untuk memperkuat konektivitas, memperlancar mobilitas orang dan barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat ke depan,” ujar Mahyeldi.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, lanjutnya, siap mendukung seluruh tahapan pembangunan sesuai kewenangan daerah, termasuk dalam aspek koordinasi lintas sektor dan dukungan terhadap proses yang dibutuhkan agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana. "InsyaAllah, kami siap mendukung sesuai kewenangan yang dimiliki daerah,"tegas Mahyeldi

Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan pembangunan infrastruktur strategis dapat terlaksana secara terukur, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Setelah ini, Mahyeldi menyebut, masih akan ada rapat lanjutan, sehingga peluang untuk penyesuaian setiap kebijakan masih sangat terbuka. Selain unsur Pemerintah Daerah dan Kementerian PU RI, rapat pembahasan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, jajaran Kementerian Kehutanan RI, dan Dirut Hutama Karya, serta Ketua Masyarakat Terowongan dan Konstruksi Bawah Tanah Indonesia. (adpsb/bud)

Pembangunan Jalan Tol Seksi Sicincin/Kayu Tanam - Bukittinggi Direncanakan Dibagi Menjadi Dua Segmen    
Rabu, Februari 04, 2026

On Rabu, Februari 04, 2026

Pembangunan Jalan Tol Seksi Sicincin/Kayu Tanam - Bukittinggi Direncanakan Dibagi Menjadi Dua Segmen
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Rencana kelanjutan pembangunan jalan tol Padang - Pekan Baru seksi Sicincin/Kayu Tanam - Bukittinggi kembali dibahas Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Pemerintah Provinsi Sumbar, Kabupaten Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar, Kota Bukittinggi dan Padang Panjang. 

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan pembangunannya direncanakan akan dibagi kedalam dua segmen utama, yakni segmen Sicincin/Kayu Tanam- Padang Panjang sepanjang 20,3 kilometer dan segmen Bukittinggi - Padang Panjang sepanjang 19,71 kilometer.

Masing-masing segmen dilengkapi satu interchange (simpang susun) untuk mendukung konektivitas antar wilayah. Diperkirakan, kebutuhan biaya untuk pembangunan seksi Sicincin/Kayu Tanam - Bukittinggi ini mencapai 25,23 triliun rupiah. "Perencanaannya akan disesuaikan dengan kondisi medan yang memiliki kompleksitas tinggi," ungkap Gubernur Mahyeldi usai mengikuti rapat pembahasan terkait hal tersebut di ruang rapat Kementerian PU, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ia menambahkan, khusus segmen Sicincin/Kayu Tanam- Padang Panjang direncanakan akan dibangun dua terowongan dengan total panjang 5,85 kilometer. Terowongan pertama sepanjang 5,5 kilometer dan terowongan kedua sepanjang 0,35 kilometer. Selain itu, sistem pembangunan jalan pada trase tersebut direncanakan menggunakan skema kombinasi. Sepanjang 4,45 kilometer at grade (diatas permukaan tanah), 10 kilometer jembatan dan sisanya terowongan.

Sementara pada segmen Bukittinggi - Padang Panjang direncanakan akan dibangun menggunakan skema at grade sepanjang 17 kilometer dan 2,71 kilometer jembatan. "Mengingat karakteristik medan yang cukup komplek dan perlu terowongan, maka dibutuhkan survey dan analisis yang komprehensif sebagai dasar perencanaan. Saat ini, survey topografinya sudah selesai dilaksanakan," ungkap Mahyeldi

Tahapan selanjutnya adalah survey geoteknik berupa boring investigation atau penyelidikan tanah melalui pengeboran vertikal. Direncanakan, itu akan dilaksanakan pada pertengahan Februari hingga awal Mei 2026 mendatang. "Degan syarat, izin memasuki hutan lindungnya sudah keluar dari Kementerian terkait. Jika itu belum terbit, tim survey belum bisa bekerja," jelas Gubernur Mahyeldi

Agar pembangunan ruas tol Sicincin/Kayu Tanam- Padang Panjang dan Padang Panjang - Bukittinggi dapat segera di mulai, Mahyeldi berharap, dukungan penuh dari lintas sektor. Tidak hanya dari pemerintahan diberbagai tingkatan tapi juga dari masyarakat, khususnya dalam tahapan pembebasan lahan. Selain unsur Pemerintah Daerah dan Kementerian PU RI, rapat pembahasan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, jajaran Kementerian Kehutanan RI, dan Dirut Hutama Karya, serta Ketua Masyarakat Terowongan dan Konstruksi Bawah Tanah Indonesia. (adpsb/bud)